Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Akses Warga dan Sekolah di Sumatra Mulai Pulih

Atalya Puspa    
31/12/2025 16:39
Akses Warga dan Sekolah di Sumatra Mulai Pulih
Ilustrasi sekolah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra(MI/HO)

MEMASUKI hari ke-30 penanganan pascabencana, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Utara dan Sumatra Utara. Fokus utama diarahkan pada pemulihan akses jalan warga, fasilitas pendidikan, serta layanan publik yang sempat terputus akibat bencana.

Di Aceh Utara, penanganan dilakukan di Kecamatan Langkahan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kemenhut, TNI, BNPB, dan masyarakat setempat. Upaya ini difokuskan pada pembukaan kembali akses jalan menuju permukiman warga serta pembersihan fasilitas umum yang terdampak material kayu dan lumpur.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, mengatakan personel gabungan dikerahkan secara intensif untuk mempercepat pemulihan di lapangan.

“Sebanyak 70 personel gabungan dengan dukungan enam unit excavator kami kerahkan untuk membuka kembali akses jalan, jalur menuju rumah warga, serta membersihkan fasilitas sekolah,” ujar Subhan, Rabu (31/12).

Di Desa Geudumbak, pembersihan dilakukan pada tumpukan kayu seluas sekitar 2,2 hektare yang sebelumnya menutup akses jalan dan permukiman warga. Selain itu, pembersihan juga menyasar fasilitas pendidikan, antara lain SD Negeri 2 Langkahan dan Dayah Darul Aman di Desa Tanjung Dalam, agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan.

Sementara di Sumatra Utara, Kemenhut melanjutkan penanganan pascabencana di sejumlah desa di Kabupaten Tapanuli Selatan, yakni Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol. Pekerjaan difokuskan pada pemilahan kayu bencana serta pembersihan fasilitas umum yang terdampak.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara, Novita Kusuma Wardani, menyebut hingga 30 Desember pemilahan kayu di Sungai Garoga telah diselesaikan di 10 titik.

“Pemilahan kayu di Sungai Garoga telah diselesaikan di 10 titik, disertai pembersihan permukiman, balai desa, pasar, dan rumah ibadah bersama lintas instansi,” kata Novita.

Kemenhut menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana melalui sinergi lintas sektor, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya