Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mendagri Sebut Stok Beras di Daerah Bencana Cukup

M Ilham Ramadhan Avisena
03/12/2025 16:40
Mendagri Sebut Stok Beras di Daerah Bencana Cukup
Penyaluran beras di daerah terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan(ANTARA/Yudi Manar)

MENTERI Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pasokan beras di daerah terdampak bencana sebenarnya masih mencukupi dan dapat segera dikeluarkan selama kepala daerah memahami mekanisme pengajuan resmi.

Tito menjelaskan, stok nasional Bulog dalam kondisi aman. Ia mengatakan dari total 1,3 juta ton beras cadangan yang harus digelontorkan sejak Agustus hingga Desember, baru 800-900 ribu ton yang keluar.

"Cadangan masih ada 600 ribu ton," ujarnya dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12). 

Menurut Tito, salah satu persoalan yang muncul di daerah adalah minimnya informasi mengenai ketersediaan cadangan di gudang Bulog setempat. Ia mencontohkan situasi di Lhokseumawe, ketika akses jalan dan jembatan terputus membuat pasokan menipis. Namun setelah melakukan pengecekan, ia menemukan adanya stok 28 ribu ton di gudang sekitar.

"Untuk konsumsi Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen yang tiga-tiganya terkunci, itu cukup untuk 9 bulan," kata Tito.

Dengan stok tersebut, beras bantuan dapat dikeluarkan tanpa batas sepanjang ada permintaan resmi dari kepala daerah kepada Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman. Tito mengatakan prosesnya juga telah disederhanakan.

"Beliau (mentan/kepala Bapanas) hanya memerlukan surat saja. Suratnya cukup dengan menggunakan soft copy WA," ucapnya.

Tito menyampaikan, setelah permintaan masuk, Menteri Pertanian langsung meneruskannya kepada Direktur Utama Bulog untuk penyaluran. Ia menegaskan kepala daerah harus segera mengecek cadangan lokal dan tidak menunggu suplai dari provinsi lain.

"Kepala daerah yang terdampak, tolong lihat kondisi cadangan yang ada di gudang Bulog. Kalau seandainya itu ada, tinggal buat surat saja," ungkapnya. 

"Dari pengalaman kasus Lhokseumawe itu hanya kurang dari 24 jam 100 ton langsung dikeluarkan oleh Bulog," tambahnya. 

Tito menambahkan bahwa pola yang sama juga berlaku untuk penyaluran minyak goreng Minyakita yang tersedia di gudang Bulog.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya