Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Cadangan Beras Nasional Tembus 3 Juta Ton, Prabowo: Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

Media Indonesia
07/1/2026 11:00
Cadangan Beras Nasional Tembus 3 Juta Ton, Prabowo: Tertinggi Sepanjang Sejarah RI
Ilustrasi(MI/Reza Sunarya)

PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini telah melampaui angka 3 juta ton. Capaian tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan masa Indonesia mencapai swasembada beras pada era Presiden ke-2 RI Soeharto.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Ia menyampaikan kebanggaannya karena stok beras pemerintah saat ini melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang berada di angka 2 juta ton.

"Saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia, pernah di pemerintahan Presiden Soeharto," kata Prabowo, Selasa (6/1).

Prabowo juga menegaskan bahwa target swasembada beras yang direncanakan tercapai dalam empat tahun ke depan justru berpeluang direalisasikan pada tahun pertama masa kepemimpinannya. Ia mencatat, sepanjang sejarah, cadangan beras terbesar yang pernah dimiliki negara sebelumnya hanya mencapai sekitar 2 juta ton.

"Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur saudara-saudara," ujar Prabowo di hadapan jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya produksi beras nasional sebagai fondasi kedaulatan negara. Menurutnya, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka apabila tidak mampu menjamin ketersediaan pangan bagi rakyatnya, terutama di tengah ketidakpastian global dan konflik geopolitik.

Ia menyinggung kondisi negara-negara yang selama ini menjadi sumber impor beras Indonesia, seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam, yang kini menghadapi konflik dan instabilitas kawasan.

"Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik di mana-mana, di tengah perang di mana-mana sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Sekarang Thailand sama Kamboja perang. Terus setelah perang, negosiasi, senjata-senjata, damai, meletus lagi," kata Prabowo.

Selain beras, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong swasembada komoditas pangan lain, termasuk jagung, singkong sebagai sumber karbohidrat alternatif, serta pemenuhan kebutuhan protein nasional. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya