Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hampir Sebulan Pascabencana, Distribusi LPG Disebut Bupati Aceh Utara Masih Langka

Cahya Mulyana
24/12/2025 16:01
Hampir Sebulan Pascabencana, Distribusi LPG Disebut Bupati Aceh Utara Masih Langka
Ilustrasi(Antara)

HAMPIR sebulan pascabencana banjir dan longsor, distribusi gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Aceh Utara masih langka dan belum menjangkau seluruh kecamatan. Kondisi ini memicu kelangkaan berkepanjangan di sejumlah wilayah dan membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan energi dasar di tengah proses pemulihan.

Persoalan tersebut ditegaskan langsung Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, dalam rapat evaluasi lanjutan di Aceh Utara pada Senin (22/12). Dalam rapat tersebut, ia secara tegas menyoroti peran Pertamina Patra Niaga menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG yang terjadi hingga berminggu-minggu pascabanjir.

Bupati Aceh Utara menegaskan bahwa hingga hampir satu bulan setelah bencana, distribusi LPG belum pulih secara menyeluruh. “Hingga memasuki hari ke-26 setelah banjir, masih banyak wilayah yang belum menerima distribusi gas LPG,” ujar Ismail A Jalil dalam keterangannya, Rabu (24/12).

Ia menilai keterlambatan ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, mengingat LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat ditunda, terutama dalam situasi darurat pascabencana.

Dalam pemantauan langsung ke lapangan, Bupati Aceh Utara menyebut masih ditemukannya desa-desa yang dalam waktu lama tidak menerima pasokan LPG sama sekali, sehingga memicu keresahan warga.

“Seperti di Matang Jeulikat, Kecamatan Seunuddon, itu sudah lama tidak ada tabung gas," bebernya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut mencerminkan terhentinya distribusi di tingkat wilayah dan telah mencapai skala yang mengkhawatirkan. "Karena Pertamina tidak masuk. Sudah dikumpulkan warga sampai 1.000 tabung, ini persoalan serius,” tegasnya.

Kelangkaan LPG yang berkepanjangan ini juga berdampak pada lonjakan harga di pasaran. Berdasarkan laporan masyarakat, harga LPG 3 kilogram melonjak tajam, semakin menekan warga yang masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi pascabencana.

Merespons situasi tersebut, Bupati Aceh Utara mendesak agar penanganan segera dilakukan secara konkret dan terukur. Ia meminta Pertamina Patra Niaga bersama instansi terkait untuk memastikan kelancaran suplai serta menstabilkan harga melalui langkah-langkah darurat, termasuk operasi pasar.

“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Dinas Perdagangan tolong libatkan Pertamina agar suplai gas LPG terjamin untuk seluruh wilayah Aceh Utara dan harga bisa kembali normal,” pungkasnya. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya