Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

BNPB Bangun 711 Huntara untuk Warga Aceh Utara

Ficky Ramadhan
16/1/2026 16:48
BNPB Bangun 711 Huntara untuk Warga Aceh Utara
Pekerja membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh.(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Pada tahap pertama, sebanyak 711 unit huntara dibangun di lima kecamatan berdasarkan hasil validasi data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara.

Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Hery Setiono mengatakan, pembangunan tahap awal ini diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, hilang, atau hanyut akibat banjir.

"Pembangunan huntara tahap pertama ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak yang masuk dalam kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut," kata Hery dalam keterangannya, Jumat (16/1).

Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit. Khusus di Kecamatan Seunuddon, saat ini tengah dibangun 84 unit huntara tahap pertama yang berlokasi di Desa Ulee Rubek Timur.

Lahan yang digunakan sebelumnya merupakan lapangan sepak bola desa dengan luas sekitar 14.000 meter persegi. Pembangunan dilakukan dalam bentuk 16 kopel yang masing-masing berisi lima unit serta satu kopel berisi empat unit.

Hunian dilengkapi teras keluarga berukuran 4,8 meter x 3,6 meter dan kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter di setiap unit. Selain itu, tersedia fasilitas sanitasi, sumur bor untuk air bersih, serta sistem pembuangan limbah sederhana guna menjaga kesehatan lingkungan.

Hery menjelaskan, setelah pembangunan tahap pertama selesai, BNPB akan kembali melakukan pembaruan validasi data di lapangan. Jika masih ditemukan kebutuhan tambahan, pembangunan huntara akan dilanjutkan sesuai hasil pendataan terbaru.

"Validasi data akan terus kami perbarui. Apabila masih ada kebutuhan, pembangunan huntara dapat ditambahkan sesuai hasil pendataan lanjutan," ujarnya.

Selama masa transisi menuju hunian tetap, BNPB juga memberikan keleluasaan bagi warga terdampak untuk memilih tinggal di huntara atau sementara menumpang di rumah kerabat. Bagi warga yang memilih opsi kedua, BNPB menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan.

BNPB menargetkan pembangunan huntara tahap pertama rampung dan dapat mulai ditempati pada akhir Januari 2026, sehingga masyarakat terdampak dapat menempati hunian yang lebih layak menjelang bulan suci Ramadan.

Pembangunan huntara ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, dunia usaha, serta komponen masyarakat di Kecamatan Seunuddon. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan sekaligus mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Berdasarkan data BNPB per 15 Januari 2026, dari 27 kecamatan terdampak di Kabupaten Aceh Utara, telah diproses pembangunan huntara sebanyak 4.404 unit. Selain itu, DTH telah disalurkan kepada 4.840 kepala keluarga. BNPB juga merencanakan pembangunan hunian tetap (huntap) insitu sebanyak 4.569 unit serta huntap relokasi sebanyak 635 unit.

Pemutakhiran data lanjutan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk memastikan seluruh program pemulihan pascabencana berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak. (Fik)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik