Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Travel Umrah Diminta Perkuat Peran Edukatif, Insiden Bunuh Diri di Masjidil Haram Jadi Pelajaran

Despian Nurhidayat
29/12/2025 18:59
Travel Umrah Diminta Perkuat Peran Edukatif, Insiden Bunuh Diri di Masjidil Haram Jadi Pelajaran
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENYELENGGARA travel umrah dinilai memiliki peran penting dalam memberikan nasihat dan pemahaman kepada jemaah, minimal melalui kegiatan manasik. Bekal keyakinan dan kesiapan mental dianggap krusial agar ibadah berjalan khidmat, sekaligus mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Refleksi ini mencuat setelah peristiwa memilukan di Masjidil Haram, Makkah, ketika seorang jemaah asal Kuwait melakukan tindakan bunuh diri. Kejadian tersebut memicu diskusi mendalam di kalangan tokoh agama dan penyelenggara perjalanan umrah mengenai etika serta ajaran Islam dalam memandang kehidupan.

Direktur Utama Travel Duta Mulia, Ivan Septiadi, menegaskan bahwa bunuh diri, dalam kondisi apapun, merupakan pelanggaran besar terhadap ajaran Islam. 

“Bunuh diri adalah tindakan yang dilarang keras. Tidak ada pembenaran, bahkan jika dilakukan di tempat paling mulia seperti Masjidil Haram,” ujarnya, Senin (29/12).

Ivan menekankan bahwa kehidupan merupakan amanah dari Allah SWT. Karena itu, setiap umat dituntut menjaga dan menghargai anugerah tersebut dengan penuh kesabaran dan keimanan. Ia mengingatkan, kehadiran di Tanah Suci seharusnya menjadi momen untuk mencari ketenangan batin dan kekuatan spiritual, bukan untuk mengakhiri hidup.

Ivan berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh penyelenggara perjalanan. Menurutnya, travel tidak hanya bertugas mengatur perjalanan ibadah, tetapi juga harus memberi perhatian pada aspek emosional jemaah.

Ia menekankan pentingnya manasik atau kajian yang tidak sekadar membekali pengetahuan teknis ibadah, melainkan juga memberikan dukungan mental dan spiritual. 

“Penyelenggara perjalanan harus lebih proaktif dalam memberikan dukungan emosional kepada jemaah agar tujuan beribadah tercapai dengan baik,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ibadah bukan hanya soal ritual, melainkan juga kesiapan hati dan pikiran. Kehadiran di Tanah Suci adalah kesempatan untuk memperkuat iman, menemukan ketenangan, dan menumbuhkan semangat hidup. Dukungan dari keluarga, sesama jemaah, dan penyelenggara perjalanan menjadi kunci agar setiap langkah ibadah benar-benar membawa kedamaian. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik