Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan akan meningkat pada Januari 2026 di Seluruh Pulau Jawa termasuk Jabodetabek, Sumatra bagian Selatan, Bali, Nusa Tenggara, Papua bagian Selatan, serta sebagian dari Sulawesi Selatan.
Sedangkan, pada akhir tahun atau 31 Desember 2025 wilayah Sumatra diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Namun khusus Wilayah Aceh, diprediksi akan diguyur hujan sangat lebat.
"Untuk hujan sangat lebat sampai ekstrim nihil, kecuali pada 31 Desember kemungkinan dapat terjadi di Provinsi Aceh," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi basah secara daring, Senin (29/12).
Sementara itu, pada 29 Desember diprediksi terjadi angin kencang di Kepulauan Riau. Kemudian pada 30 Desember angin kencang juga diprediksi terjadi di Bengkulu dan Sulawesi Selatan.
"Dan tanggal 31 peringatan dini angin kencang di Bengkulu, Selawesi Selatan, Banten, Lampung, dan Sumatera Barat," ungkapnya.
Sementara itu pada periode 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di 38 provinsi, sebagian besar di daerah Sumatra bagian selatan dan Jawa dalam 3 hari ke depan terjadi hujan lebat.
"Kalau ada persennya itu artinya kurang lebih 57 persen dari wilayahnya dengan hujan lebat tersebut. Tapi kemudian semakin ke Januari semakin berkurang ke hujan ringan," ucapnya.
Kemudian di bulan Februari 2026, Teuku menyebut, beberapa daerah masih memiliki curah hujan yang tinggi, akan tetapi pada daerah Sumatra, pesisir timur dari Aceh, Sumatra Utara, Riau, dan sebagian Jambi sudah mulai memasuki musim kemarau.
"Karena khusus di daerah Ekuator, itu mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau. Sehingga pada bulan Februari itu sudah harus mewaspadai terkait dengan kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Sumatra, di bagian Tengah dan Utara," jelasnya.
Kemudian pada Maret 2026 masih terjadi curah hujan yang tinggi hingga sangat tinggi khususnya di daerah Jawa Tengah.
"Jadi nanti untuk curah hujan yang kategori sangat tinggi, lebih dari 500 mm per bulan, itu untuk bulan Januari ada di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, serta Sulawesi Selatan. Untuk Februari nanti ada di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan, serta Maret di Jawa Tengah," pungkasnya. (H-4)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Masyarakat tetap diminta waspada bencana banjir susulan seiring prediksi BMKG musim penghujan akan berlangsung hingga akhir Januari 2026 mendatang.
Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan Sungai Comal meluap dan banjir menggenangi sejumlah rumah warga di Desa Klegen dan Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.
HUJAN deras yang mengguyur Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Jumat (16/1) sore hingga malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Lebih lanjut, Ray menyebutkan adanya ketidaksimetrisan respons atmosfer terhadap sumber panas.
BPBD menyebut banjir masih merendam 37 rukun tetangga (RT) dan 12 ruas jalan, Minggu (18/1) pukul 20.00 WIB di Jakarta.
BANJIR melanda sejumlah titik di Jakarta. BPBD Provinsi DKI Jakarta mengatakan, Minggu, (18/1) hingga pukul 20.00 WIB sebanyak 19 RT di Jakarta Barat terendam banjir, bantuan juga diberikan
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan anggaran Rp100 miliar yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel Jakarta
Isu Squall Line ramai beredar saat malam Tahun Baru. BMKG menyatakan isu tersebut hoaks. Tapi apa sebenarnya Squall Line? Simak penjelasan soal fenomena ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved