Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kemenpora dan FAO Dorong Peran Anak Muda di Sektor Pertanian

Akmal Fauzi
24/12/2025 18:05
Kemenpora dan FAO Dorong Peran Anak Muda di Sektor Pertanian
Kemenpora dan FAO Dorong Peran Anak Muda di Sektor Pertanian(Istimewa)

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization/FAO) mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Regenerasi petani adalah isu lintas generasi dan lintas sektor. Kementerian Pemuda dan Olahraga percaya bahwa keterlibatan anak muda dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus didorong melalui pendekatan kewirausahaan dan kepemimpinan yang inovatif,” kata Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora, Esa Sukmawijaya, dikutip Rabu (24/12).

Sebagai wujud dorongan tersebut, Kemenpora dan FAO menyelenggarakan Farmers’ Regeneration Summit di Jakarta pada Senin (22/12). Kegiatan ini menjadi puncak dari program Petani Keren, sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat kapasitas pemuda dalam sistem pertanian inovatif dan pengembangan kewirausahaan.

Acara ini terselenggara dengan dukungan Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) serta Perkumpulan Warga Muda. Farmers’ Regeneration Summit diawali dengan peluncuran modul pembelajaran Petani Keren yang disusun berdasarkan kelompok usia. 

Modul tersebut mencakup pemetaan keanekaragaman hayati pertanian lokal dan kebutuhan pasar, penerapan pertanian ramah lingkungan berbasis teknologi, hingga pengelolaan hasil panen menjadi produk bernilai tambah serta pengembangan agribisnis.

Modul pembelajaran itu telah diberikan kepada 100 anak muda berusia 17–35 tahun di berbagai daerah di Indonesia, dengan sebagian peserta telah berkiprah sebagai agripreneur. Selain itu, turut diluncurkan panduan Youth and United Nations Global Alliance tentang pertanian bagi anak usia 7–17 tahun, yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dengan dukungan organisasi pemuda World Food Forum Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, FAO juga menyerahkan risalah kebijakan kepada Kemenpora sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait regenerasi petani guna mendukung agenda swasembada pangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, hampir 80 persen petani di Indonesia berusia 40 tahun ke atas, sementara sekitar separuh dari total pengangguran berasal dari kelompok usia muda 15–29 tahun. 

Selain peningkatan kapasitas pemuda di sepanjang rantai nilai pertanian, risalah kebijakan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membuka akses anak muda terhadap modal, lahan, serta penguatan koperasi.

Program Petani Keren turut mengembangkan model pertanian cerdas dan semi-intensif di Jakarta dan Lampung sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda mengenai sistem pertanian inovatif yang berkelanjutan.

"Kami berharap dapat mempromosikan lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda di sektor pertanian. Program Petani Keren telah mengubah persepsi peserta tentang citra petani tradisional, memungkinkan mereka untuk membayangkan diri mereka sebagai pengusaha dinamis dalam sektor pertanian modern,” ujar Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya