Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI era digital yang kian kompetitif, penguasaan bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar. Namun, laporan terbaru EF English Proficiency Index (EF SET) 2025 menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia belum mengalami peningkatan signifikan. Indonesia masih tertahan di peringkat 80 dari 116 negara dunia, masuk dalam kategori Low Proficiency (kemampuan rendah).
Kondisi ini cukup kontras dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang seharusnya memudahkan akses informasi global. Laporan tersebut mencatat bahwa meski kebutuhan akan bahasa internasional meningkat, kemampuan bahasa Inggris secara global justru mengalami stagnasi, bahkan penurunan skor di lebih dari 60% negara yang disurvei.
Di Indonesia, tantangan utama terletak pada distribusi kemampuan yang tidak merata. Kualitas pengajaran dan akses pembelajaran masih terpusat di kota-kota besar, sementara wilayah non-kota besar seringkali tertinggal.
Kesenjangan ini menjadi faktor utama mengapa posisi Indonesia dalam pemeringkatan global belum menunjukkan lompatan besar, meski tuntutan pasar tenaga kerja modern semakin mendesak.
Mengusung tema English in the Age of AI, EF EPI 2025 menyoroti bagaimana teknologi mengubah peta pembelajaran. Tahun ini, EF memperbarui metode pengukurannya dengan menilai kemampuan berbicara dan menulis menggunakan teknologi AI milik EF EFEKTA.
Operations Director EF Fanno Hendriawan menjelaskan bahwa meski AI mempermudah proses belajar, kehadiran teknologi ini justru membuat kemampuan bahasa Inggris manusia menjadi semakin bernilai.
“AI saat ini sedang mengubah cara kita belajar dalam menggunakan bahasa Inggris. Namun, justru karena hal itu, nilai kemampuan berbahasa Inggris menjadi semakin penting," ujar Fanno.
Ia menekankan bahwa ada aspek manusia yang tidak bisa diproduksi oleh mesin. “AI memang bisa menerjemahkan kata, tapi belum bisa menggantikan spontanitas dan empati manusia,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Academic Operations Manager EF EFEKTA English for Adults Yunita Yanti menyatakan bahwa kemajuan teknologi menuntut fokus yang lebih besar pada kemampuan produktif, yakni berbicara dan menulis.
“AI membuka peluang baru dalam pembelajaran yang lebih personal, tetapi kemajuan teknologi ini menuntut fokus lebih besar pada kemampuan produktif,” jelas Yunita.
Sebagai solusi atas tantangan ini, integrasi antara kecerdasan buatan dan interaksi manusia dianggap sebagai jalan keluar terbaik. Melalui sistem belajar yang menggabungkan kelas tatap muka dengan fitur digital seperti AI Conversation, proses belajar diharapkan menjadi lebih natural, personal, dan efektif dalam mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di kancah global. (Z-1)
Langkah ini diambil OpenAI untuk mendukung keberlanjutan akses gratis serta mendanai peluncuran paket langganan murah bertajuk ChatGPT Go.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
X berjanji akan melakukan perbaikan sistem internal agar fitur AI mereka, Grok, tidak disalahgunakan.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
Ashley St. Clair, ibu dari anak Elon Musk, menggugat xAI setelah chatbot Grok diduga menghasilkan citra seksual eksplisit dirinya tanpa izin.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
Teknologi AI baru bernama CytoDiffusion mampu mendeteksi tanda halus leukemia pada sel darah dengan akurasi tinggi, bahkan melampaui kemampuan dokter spesialis.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved