Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG tidur adalah kondisi ketika seseorang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup sesuai kebutuhan tubuh, baik secara durasi maupun kualitas.
Kondisi ini terjadi ketika waktu tidur lebih sedikit dari kebutuhan normal, sehingga tubuh tidak memiliki kesempatan untuk pulih dan memperbaiki fungsi-fungsinya dengan optimal.
Tanpa tidur cukup, tubuh tidak punya waktu untuk memulihkan energi sehingga cepat lemas.
Kurang tidur membuat fokus, daya ingat, dan kemampuan berpikir menurun.
Seseorang jadi mudah marah, sensitif, atau mood swing.
Tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti flu atau infeksi.
Kurang tidur mempengaruhi hormon lapar sehingga nafsu makan meningkat.
Kurang tidur bisa memicu hipertensi karena tubuh bekerja tanpa cukup istirahat.
Risiko penyakit jantung lebih tinggi pada orang yang sering kurang tidur.
Kurang tidur membuat produksi kolagen menurun sehingga kulit tampak kusam dan muncul garis halus.
Kinerja kerja atau sekolah menurun karena sulit fokus dan cepat lelah.
Tidur kurang dapat mengganggu regulasi gula darah.
Hasrat seksual menurun akibat stres dan energi yang habis.
Kurang tidur dapat memicu kecemasan, stres berlebihan, bahkan depresi.
Reaksi tubuh menjadi lambat, meningkatkan risiko kecelakaan.
Tidur yang buruk dapat memicu migrain dan tegang pada otot.
Kurang tidur mengacaukan keseimbangan hormon tubuh, termasuk hormon pertumbuhan dan metabolisme.
Kurang tidur biasanya disebabkan karena kebiasaan begadang, stres atau kecemasan, insomnia, terlalu banyak konsumsi kafein, lingkungan tidur yang tidak nyaman, jadwal kerja tidak teratur, dan penggunaan gadget sebelum tidur. (Z-4)
Sumber: alodokter, kemenkes
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
Pada umumnya, kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 7 sampai 9 jam per hari. Jika seseorang tidur di bawah durasi tersebut secara terus-menerus, hal ini disebut sleep deprivation.
Kurang tidur bukan sekadar rasa mengantuk, tetapi kondisi serius yang dapat memengaruhi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup jika dibiarkan.
Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, gangguan konsentrasi, risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, serta gangguan mental jika terjadi terus-menerus.
Ahli tidur menjelaskan kualitas tidur sama pentingnya dengan durasinya, serta bagaimana ritme tubuh menentukan kebutuhan tidur setiap orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved