Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

12 Bahaya Kurang Tidur bagi Remaja

Reynaldi Andrian Pamungkas
25/12/2025 23:30
12 Bahaya Kurang Tidur bagi Remaja
Berikut Bahaya Kurang Tidur bagi Remaja(freepik)

KURANG tidur adalah kondisi ketika seseorang tidak mendapatkan waktu atau kualitas tidur yang cukup sesuai kebutuhan tubuhnya, sehingga mengganggu fungsi fisik, mental, dan emosional.

Kurang tidur bukan sekadar rasa mengantuk, tetapi kondisi serius yang dapat memengaruhi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup jika dibiarkan.

Berikut 12 Bahaya Kurang Tidur bagi Remaja

1. Konsentrasi menurun

Kurang tidur membuat sulit fokus saat belajar di sekolah.

2. Prestasi akademik menurun

Daya ingat dan kemampuan berpikir melemah sehingga nilai bisa turun.

3. Mudah lelah dan mengantuk di siang hari

Aktivitas harian jadi tidak maksimal.

4. Emosi tidak stabil

Remaja jadi lebih mudah marah, sensitif, atau sedih tanpa sebab jelas.

5. Meningkatkan risiko stres dan kecemasan

Kurang tidur memengaruhi keseimbangan hormon stres.

6. Risiko depresi meningkat

Tidur yang buruk berkaitan erat dengan gangguan kesehatan mental.

7. Daya tahan tubuh menurun

Remaja lebih mudah terserang flu dan penyakit lain.

8. Mengganggu pertumbuhan dan perkembangan

Hormon pertumbuhan dilepaskan saat tidur malam.

9. Memicu sakit kepala dan pusing

Otak yang kurang istirahat bekerja tidak optimal.

10. Berat badan tidak terkontrol

Kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan dan risiko obesitas.

11. Menurunnya kemampuan mengambil keputusan

Remaja jadi lebih impulsif dan berisiko melakukan tindakan berbahaya.

12. Risiko kecelakaan meningkat

Mengantuk dapat menyebabkan kecelakaan saat berkendara atau beraktivitas.

Tidur cukup sangat penting bagi remaja untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan prestasi belajar. Idealnya, remaja membutuhkan 8 sampai 10 jam tidur setiap malam. (Z-4)

Sumber: alodokter, hellosehat



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya