Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jakarta Employment Forum 2025 Dorong Sistem Ketenagakerjaan Inklusif untuk Disabilitas Netra

Ficky Ramadhan
11/12/2025 17:57
Jakarta Employment Forum 2025 Dorong Sistem Ketenagakerjaan Inklusif untuk Disabilitas Netra
Jakarta Employment Forum For The Blind 2025.(Dok. MI)

DALAM rangka merayakan Hari Disabilitas Internasional serta menegaskan keberhasilan penyandang disabilitas netra dalam bekerja di sektor formal sesuai kompetensi masing-masing, Yayasan Mitra Netra menyelenggarakan kegiatan "Jakarta Employment Forum For The Blind 2025".

Acara yang digelar di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/12) ini, dihadiri sekitar 70 peserta dari berbagai pemangku kepentingan, seperti Kementerian Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja, Kementerian PAN-RB, Badan Kepegawaian Negara, perusahaan, perguruan tinggi, serta komunitas netra.

Kabag Humas Yayasan Mitra Netra, Aria Indrawati mengatakan, forum ini bertujuan untuk mengangkat isu ketenagakerjaan formal penyandang tunanetra yang hingga kini masih menghadapi tantangan besar. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang publikasi praktik baik yang efektif dalam mendukung lulusan perguruan tinggi netra memasuki dunia kerja formal.

"Mitra Netra ingin mempublikasikan bahwa telah ada perusahaan di sektor-sektor tertentu yang telah merekrut karyawan disabilitas netra. Namun, jumlahnya masih sangat sedikit. Sementara jumlah angkatan kerja tunanetra lulusan perguruan tinggi tiap tahun terus bertambah," kata Aria.

Kendati begitu, menurutnya, masih banyak perusahaan yang belum memahami atau bahkan khawatir merekrut karyawan disabilitas netra.

"Situasi ini harus kita atasi bersama, sehingga di masa mendatang akan ada kenaikan jumlah disabilitas netra lulusan perguruan tinggi yang terserap di sektor formal," jelasnya.

Pada kesempatan ini, Mitra Netra juga turut merilis dua instrumen untuk mendukung pembangunan sistem ketenagakerjaan inklusif bagi disabilitas netra.

Pertama, Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia yang berisi informasi jenis pekerjaan yang saat ini telah dilakukan disabilitas netra dan potensi pekerjaan baru di masa depan. Direktori ini memuat 36 jenis pekerjaan dalam 7 kategori, yang dihimpun selama lima bulan penyusunan.

Kemudian, Panduan Perekrutan Tenaga Kerja Tunanetra yang memberikan langkah-langkah praktis bagi perusahaan dalam merekrut karyawan disabilitas netra.

"Kedua instrumen ini diharapkan dapat menjawab keraguan dan ketidakpahaman pemberi kerja mengenai kemampuan tunanetra bekerja di sektor formal," ucapnya.

Melalui forum ini, Mitra Netra pun mengajak seluruh pemangku peran, seperti orang tua, perguruan tinggi, pemerintah daerah, kementerian, hingga perusahaan, untuk mengambil peran masing-masing dalam memastikan tersedianya kesempatan kerja yang adil bagi disabilitas netra.

Job fair disabilitas yang diselenggarakan pemerintah, misalnya, juga diharapkan dapat diakses mudah oleh semua ragam disabilitas, termasuk disabilitas netra, serta menerapkan prinsip keadilan sesuai amanat UU No. 8 Tahun 2016.

"Sebagai bagian dari Jakarta, Mitra Netra berkomitmen memberikan pendampingan tanpa dipungut biaya kepada perusahaan yang berkeinginan merekrut karyawan tunanetra yang berkompeten," tegas Aria.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anggun Sintana menyampaikan apresiasi besar terhadap upaya Yayasan Mitra Netra dalam mendorong pemberdayaan tenaga kerja penyandang disabilitas, khususnya disabilitas netra.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Mitra Netra yang telah melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk mendorong penempatan dan pemberdayaan tenaga kerja penyandang disabilitas," kata Anggun.

Ia menegaskan kontribusi Mitra Netra terhadap implementasi UU No. 8/2016 memberikan kontribusi besar dalam mempromosikan hak penyandang disabilitas untuk bekerja dan berusaha.

Anggun juga mengajak seluruh pihak mengubah cara pandang terhadap tenaga kerja disabilitas netra. Ia menambahkan bahwa tenaga kerja disabilitas memiliki potensi, loyalitas tinggi, serta dapat menjadi lompatan kompetitif bagi perusahaan.

"Ketika perusahaan menerima tenaga kerja penyandang disabilitas, sesungguhnya perusahaan tersebut sedang berinvestasi pada nilai kemanusiaan, keberagaman, dan kemajuan. Perusahaan yang inklusif akan menjadi perusahaan yang lebih tangguh, inovatif, dan berdaya saing," tuturnya.
 (H-3)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik