Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, termasuk bagi penyandang disabilitas. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi mereka.
Diperkirakan terdapat sekitar 240 juta anak penyandang disabilitas di seluruh dunia. Sama seperti anak-anak lainnya, mereka memiliki ambisi dan impian untuk masa depan. Mereka juga memerlukan pendidikan yang berkualitas untuk mengembangkan kemampuan dan mencapai potensi maksimal mereka.
Sekolah inklusif menjadi solusi untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas dapat mengakses pendidikan yang setara, sesuai dengan kemampuan mereka.
Pendidikan inklusif dianggap sebagai "lingkungan yang paling tidak membatasi" bagi anak-anak penyandang disabilitas. Pendidikan inklusif berarti semua anak belajar bersama di kelas dan sekolah yang sama. Ini memberikan kesempatan belajar yang setara bagi kelompok yang sering dianggap berbeda, termasuk anak-anak penyandang disabilitas dan penutur bahasa minoritas.
Namun, di banyak negara, layanan pendidikan khusus justru cenderung memisahkan mereka ke dalam kelas atau sekolah khusus. Pemisahan ini mengurangi kesempatan mereka untuk berinteraksi dengan teman sebaya tanpa disabilitas dan sering kali membatasi akses mereka terhadap kurikulum yang sama dengan teman-temannya.
Konsep ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak dengan berbagai latar belakang, baik yang memiliki disabilitas fisik, mental, atau sensorik, untuk belajar bersama dengan anak-anak pada umumnya.
Pendidikan inklusif tidak hanya menyediakan akses fisik bagi penyandang disabilitas, tetapi juga memastikan adanya dukungan akademis dan sosial yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Di tingkat sekolah, guru perlu mendapatkan pelatihan, fasilitas sekolah harus ditingkatkan, dan siswa harus memiliki akses ke materi pembelajaran yang ramah bagi semua. Di tingkat masyarakat, stigma dan diskriminasi harus dihilangkan, serta masyarakat perlu diedukasi mengenai pentingnya pendidikan inklusif.
Sementara itu, di tingkat nasional, pemerintah harus menyesuaikan undang-undang dan kebijakan dengan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas serta secara rutin mengumpulkan dan menganalisis data untuk memastikan anak-anak menerima layanan yang efektif.
Untuk mengatasi kesenjangan pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas, United Nations Children's Fund (UNICEF) mendukung pemerintah dalam mengembangkan dan memantau sistem pendidikan yang inklusif. Upaya ini difokuskan pada empat aspek utama:
(Unicef/Z-11)
Data BPSĀ dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Padang, tercatat sebanyak 33 penyandang disabilitas menjadi korban terdampak langsung musibah banjir tersebut.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyelenggarakan FGD investasi inklusif.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Mewujudkan Lingkungan Kerja dan Ekosistem Inklusif bagi Penyandang Disabilitas.
Pengalaman minimnya informasi yang aksesibel memotivasinya menggunakan media sosial sebagai sarana perjuangan untuk menghargai keberagaman.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Mitra Netra pun mengajak seluruh pemangku peran untuk memastikan tersedianya kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas netra.
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved