Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi saat Nataru

Ficky Ramadhan
09/12/2025 17:29
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi saat Nataru
Awan gelap menyelimuti wilayah Jakarta.(Dok. Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan kondisi cuaca, dinamika atmosfer, dan potensi risiko hidrometeorologi menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

Plt. Sekretaris Utama BMKG, Guswanto menyampaikan bahwa periode Desember 2025 hingga Januari 2026 bertepatan dengan puncak musim hujan, sehingga meningkatkan potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah seperti Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan sebagian besar Kalimantan.

Ia menjelaskan bahwa beberapa fenomena atmosfer diperkirakan aktif secara bersamaan pada periode tersebut, mulai dari Monsun Asia, Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby, La Niña lemah, hingga kemunculan bibit siklon tropis 93W dan 91S yang dapat memperkuat intensitas hujan dan angin kencang.

“Yang perlu diwaspadai adalah tingginya intensitas hujan, angin kencang, gelombang tinggi, serta potensi dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas transportasi darat, laut, dan udara selama Nataru," kata Guswanto, Selasa (9/12).

Lebih lanjut, BMKG memetakan dinamika cuaca dalam tiga fase, yakni 15–22 Desember didominasi hujan lebat, kemudian 22–29 Desember intensitas cenderung menurun, dan 29 Desember–10 Januari kembali meningkat seiring pergeseran puncak musim hujan ke Pulau Jawa.

Sementara untuk sektor udara, pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) masih menjadi perhatian karena dapat memicu hujan intensif. Namun mitigasi telah berjalan melalui penyediaan flight document resmi BMKG.

"Semua pilot sudah mengambil flight document dari website-nya BMKG secara resmi, sehingga harapannya tidak memberikan dampak yang lebih buruk. Jadi artinya BMKG juga telah memberikan langkah untuk mitigasinya," jelasnya.

Pada sektor pelayaran, BMKG memprediksi gelombang 2,5–4 meter di sejumlah perairan, serta potensi lebih dari 6 meter di area sekitar Natuna pada Januari. BMKG juga memberikan informasi potensi rob berbasis fase bulan bagi pesisir Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Sebagai langkah mitigasi langsung, BMKG bersama BNPB, pemerintah daerah, dan BUMN menyiagakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

"BMKG berkomitmen memberikan informasi cuaca terkini, peringatan dini yang tepat waktu, serta dukungan teknis kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keselamatan masyarakat selama periode Nataru," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK Pratikno menegaskan kesiapsiagaan tahun ini membutuhkan perhatian ekstra karena beberapa wilayah masih terdampak bencana hidrometeorologi, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

"Ini juga sebuah PR berat, bukan hanya untuk mengantisipasi, tapi juga bagaimana memberikan layanan untuk peribadatan, untuk kepariwisataan, dan lain-lain di wilayah yang terdampak bencana," ungkap Pratikno.

Ia meminta seluruh perangkat pemerintah memberikan dukungan khusus untuk daerah mayoritas merayakan Natal serta memastikan OMC terus diperkuat menjelang puncak mobilitas.

"Nataru kali ini bukan hanya yang standar yang biasa kita lakukan, tapi juga bagaimana memberikan dukungan ekstra kepada wilayah-wilayah terdampak bencana," ujarnya.
 (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya