Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEMUAN batu berwarna pucat di Mars memberi petunjuk baru bahwa planet tersebut mungkin pernah memiliki lingkungan dengan curah hujan tinggi dan kondisi lembap, bahkan menyerupai wilayah tropis di Bumi. Temuan ini sekaligus menambah bukti bahwa di masa lalu Mars mungkin menyediakan kondisi yang mendukung kehidupan.
Penemuan batu memutih tersebut ditemukan oleh robot penjelajah atau Rover Perseverance milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Batu itu belakangan dikonfirmasi sebagai kaolinit, jenis mineral kaya aluminium yang pada umumnya terbentuk melalui proses pelapukan panjang di tempat yang hangat dan sangat lembap, dengan curah hujan yang terjadi selama jutaan tahun.
Hasil penemuan tersebut telah dipublikasikan pada 1 Desember dalam jurnal Communications Earth and Environment. Di Mars yang kini dingin, kering, dan tanpa air mengalir, keberadaan kaolinit merupakan sesuatu yang tidak biasa.
Melansir dari situs Live Science, Senin (8/12), penulis utama studi, Adrian Broz dari Purdue University mengungkapkan saat melihat kaolinit di Mars yang tandus, dingin, dan dipastikan tak memiliki cairan di permukaan, itu memberi tahu bahwa dulu ada jauh lebih banyak air dibanding sekarang.
Untuk memahami pembentukannya, tim peneliti membandingkan kaolinit yang diperiksa instrumen Perseverance dengan contoh dari Afrika Selatan dan San Diego. Analisis itu memperlihatkan kesamaan yang signifikan, menunjukkan proses geologis yang kemungkinan tidak jauh berbeda.
Keberadaan kaolinit ini memperkuat dugaan bahwa Mars pada masa lampau adalah lingkungan basah. Meski begitu, misteri mengenai kapan Mars berubah menjadi planet kering masih menjadi bahan diskusi ilmiah.(M-2)
Fenomena ini sering membuat kita bertanya-tanya, apakah waktu memang benar-benar berubah, atau hanya cara kita merasakannya yang berbeda.
Badan Antariksa Eropa (ESA) menargetkan tujuan jangka panjang untuk mengirim wahana antariksa ke Enceladus, salah satu bulan Saturnus yang diselimuti es.
Saat Matahari mati dan berubah menjadi katai putih, zona layak huni baru bisa terbentuk di sekitarnya.
Penelitian terbaru dengan data NASA Dawn mengungkap planet kerdil Ceres kemungkinan pernah layak huni miliaran tahun lalu.
Kawah Anders’ Earthrise di Bulan digunakan wahana JUICE ESA untuk uji radar RIME sebelum menjelajah bulan-bulan es Jupiter demi mencari tanda kehidupan.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Pengelola Jakarta Garden City (JGC) mengebut pembenahan infrastruktur dan jalan di tengah kemacetan, cuaca ekstrem, serta sorotan isu lingkungan RDF Rorotan.
Pramono mengingatkan agar permasalahan tata ruang itu tidak diperparah dengan kebiasaan warta membuang sampah sembarangan.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved