Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERIODE liburan seharusnya membawa kegembiraan, namun bagi banyak orang justru datang dengan tekanan sosial dan berbagai kewajiban yang tidak selalu diinginkan. Undangan pesta, permintaan bantuan, hingga ajakan menghadiri acara tertentu sering kali membuat kita merasa perlu menyetujui sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dilakukan.
Perasaan tidak nyaman saat hendak menolak bisa muncul dalam bentuk fisik, seperti perut terasa kencang, mulut kering, atau detak jantung meningkat. Dr. Xand dan Dr. Chris van Tulleken, pembawa acara podcast kesehatan BBC What’s Up Docs, mengaku kerap merasakan hal tersebut.
“Kami berdua sering mengalami suara yang bergetar. Sangat sulit untuk berkata, ‘sebenarnya, saya tidak ingin melakukan hal yang kamu minta. Saya tidak ingin mengikuti sesuatu hanya karena semua orang melakukannya,’” ujar Dr. Xand dalam podcast tersebut.
Menurutnya, belajar merasa nyaman mengatakan tidak adalah langkah awal untuk mengambil kembali kendali atas hidup. “Baik Anda berusia delapan atau delapan puluh tahun, mengatakan tidak dan membela apa yang Anda yakini sangat penting bagi kesehatan mental,” tambahnya.
Ahli ilmu perilaku, Dr. Sunita Sah, menawarkan tiga pendekatan untuk membantu seseorang lebih mudah menolak permintaan.
Bagi banyak orang, menolak terasa tidak nyaman karena sejak kecil mereka diajarkan untuk patuh. “Kita mengaitkan kepatuhan dengan kebaikan dan ketidakpatuhan dengan keburukan,” kata Dr. Sah. Menurutnya, anak-anak banyak dilatih untuk patuh, tetapi mereka juga perlu diajarkan bagaimana menolak.
Ia menjelaskan mengatakan tidak seharusnya dipandang sebagai tindakan positif yang selaras dengan nilai diri. “Menolak berarti bertindak sesuai dengan nilai sejati Anda, terutama saat ada tekanan untuk melakukan sebaliknya.”
Untuk itu, mengenali nilai pribadi menjadi langkah penting. Nilai-nilai tersebut bisa berupa kata-kata tunggal seperti integritas, empati, atau kesetaraan. “Jika kita menuliskan nilai-nilai tersebut, penelitian menunjukkan kita lebih mungkin bertindak sejalan dengan nilai itu,” ujarnya.
Jika tidak perlu memberikan jawaban saat itu juga, meminta waktu adalah strategi yang sangat membantu. Frasa seperti “Biar saya pikirkan dulu” atau “Menarik, saya akan kembali memberi kabar” bisa memberi ruang untuk mempertimbangkan apa yang benar-benar diinginkan.
Menurut Dr. Sah, menciptakan jarak psikologis maupun fisik dari orang yang membuat permintaan dapat membantu seseorang menilai keputusan dengan lebih jernih. Keputusan yang diambil secara pribadi dan tanpa tekanan membuat seseorang lebih bebas mengubah pikirannya.
Bagi yang kesulitan menolak, latihan dalam situasi sederhana dapat menjadi langkah awal. Undangan tetangga, permintaan meminjam barang, atau ajakan berbicara dari tenaga penjual adalah contoh momen yang bisa dimanfaatkan.
“Ini bukan tindakan defiance yang glamor. Bukan seperti menghadapi atasan yang seksis atau rasis, tetapi tetap penting untuk melatih tindakan kecil demi melindungi diri,” kata Dr. Xand.
Dr. Sah menambahkan pengalaman menolak dalam situasi kecil dapat menjadi referensi ketika menghadapi situasi penting. Dengan demikian, seseorang akan lebih percaya diri untuk mengatakan tidak ketika hal tersebut berkaitan dengan nilai-nilai yang penting baginya. (BBC/Z-2)
EKI Dance Company menghadirkan teater musikal bertajuk 'Perempuan Punya Cerita', ini merupakan pertunjukan yang mengangkat tema besar tentang perjuangan hidup perempuan
3 masalah mental remaja: identitas diri, emosi, dan sosial. Peran orang tua krusial dalam masa tumbuh kembang usia 10–18 tahun.
Perbedaan paling mencolok dari burnout dan post holiday blues terletak pada dampak emosional dan sikap individu terhadap tanggung jawabnya.
Keterlibatan orangtua sangat krusial dalam membangun kepercayaan diri anak saat harus beradaptasi kembali dengan lingkungan pendidikan usai periode liburan.
Psikolog Virginia Hanny menjelaskan fenomena post holiday blues yang kerap menyerang pekerja dan pelajar usai liburan. Kenali gejalanya dan kapan harus waspada.
SELAMA liburan Natal dan hari tahun baru sebanyak 8,6 juta warga kunjungi Jawa Tengah,
Membeludaknya wisatawan ini di sisi lain memberi dorongan ekonomi yang signifikan sekaligus menghadirkan tekanan baru bagi kehidupan perkotaan.
Al Azhar Memorial Garden mencatat peningkatan kunjungan saat musim liburan. Pemakaman muslim di Karawang Timur ini menawarkan suasana taman asri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved