Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Psikolog Anak Duga Kasus Bunuh Diri di NTT Disebabkan Kondisi Learned Helplessness

Despian Nurhidayat
04/2/2026 18:25
Psikolog Anak Duga Kasus Bunuh Diri di NTT Disebabkan Kondisi Learned Helplessness
Kondisi Learned Helplessness bayangi kasus bunuh diri anak di NTT.(Freepik)

KASUS bunuh diri seorang anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perhatian publik. Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menduga peristiwa ini berkaitan dengan kondisi psikologis yang disebut learned helplessness, yakni keadaan ketika seseorang merasa tidak mampu mengubah situasi buruk akibat tekanan yang berulang.

“Jadi ini udah kondisinya kayak kondisi ketidakberdayaan. Ada di psikologi namanya learned helplessness. Sudah enggak tertolong lagi dan buat seseorang enggak ada harapan,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (4/2).

Mira menilai, meskipun korban masih berusia 10 tahun dan duduk di kelas 5 SD, kehidupan yang dijalani kemungkinan sudah sangat berat. Korban disebut berasal dari keluarga miskin dan tinggal bersama neneknya. Hal itu membuat kebutuhan sederhana seperti buku dan alat tulis pun sulit dipenuhi.

“Hidupnya selama ini mungkin juga sudah susah, keluarga miskin kan korban ini, dia tinggal pula dengan neneknya. Dia enggak minta banyak, hanya buku dan alat tulis,” ujarnya.

Menurut Mira, persoalan ini bukan hanya soal satu kali kekecewaan. Anak diduga sudah mengalami tekanan dan kegagalan harapan berkali-kali hingga akhirnya merasa putus asa.

“Anak ini mungkin mengalami kekecewaan beberapa kali, sudah menelan kekecewaan berkali-kali. Jadi dia merasa berat hidupnya,” sambungnya.

Selain tekanan ekonomi, Mira juga menyinggung kemungkinan adanya ketimpangan sosial yang dirasakan korban dibanding teman-temannya di sekolah, termasuk risiko ejekan atau bullying.

“Kelas 5 SD ini sudah bisa merekam bagaimana dia timpang dengan teman sebayanya. Kalau diejek temannya di SD ini kan pasti selalu ada,” katanya.

Lebih jauh, ia menilai kasus ini menjadi refleksi bahwa pemerataan kesejahteraan dan akses pendidikan di daerah terpencil masih menjadi persoalan besar.

“Upaya memakmurkan masyarakat ini bagaimana, tapi yang dapat enak enggak semua wilayah. Mereka enggak butuh makanan. Tapi butuh akses ke sekolah,” pungkas Mira. (Z-10)

Disclaimer:
Jika Anda atau orang terdekat merasa putus asa, tertekan, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, ingatlah bahwa bunuh diri bukanlah solusi. Segera cari bantuan dengan berbicara kepada keluarga, teman terpercaya, atau tenaga profesional. Anda juga dapat menghubungi Halo Kemenkes 1500-567 atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Anda tidak sendirian.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya