Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG Klinis dan Keluarga Pritta Tyas mengungkap usia ideal anak sudah bisa diberi kepercayaan untuk mandiri sendiri yakni 5-6 tahun. Pritta menyarankan orangtua memberi ruang privasi pada anak usia tersebut atau ketika sudah memasuki sekolah dasar (SD) untuk mandi sendiri.
"Satu indikator dia sudah (perlu) punya privasi sendiri ya anak masuk SD. Kalau sudah di atas 7 tahun itu sebenarnya sudah tidak boleh (saat mandi) ditengok-tengok lagi, apalagi sama orangtua yang beda gender, karena menghormati anak juga," kata Pritta.
Pritta mengatakan orangtua bisa mulai mengajarkan anak untuk mandi sendiri pada usia sekitar tiga tahun, namun masih dalam pengawasan orangtua. Pada usia tersebut, anak dinilai sudah mulai punya kemampuan yang cukup matang, misalnya bisa menggunakan spons untuk mandi yang digosok sendiri ke bagian badannya.
"Tapi pada umur ini sebaiknya memang masih 50:50, di bagian yang dia mudah digosok dia ya gosok sendiri, di bagian yang sulit kita (orangtua) yang bantu," ucapnya.
Ketika usia empat tahun, menurut Pritta, sebaiknya 70% kegiatan saat mandi sudah dilakukan sendiri oleh anak. Meminta anak untuk mandi terkadang menjadi tantangan bagi orangtua. Pritta menyarankan orangtua memberikan perspektif positif tentang kebiasaan mandi sebagai rutinitas perawatan diri.
"Kita enggak ingin anak cuma mau mandi karena takut sama kita (orangtua), karena ancaman yang diberikan, (misal kalau) enggak mandi, enggak boleh main. Atau karena iming-iming, hadiah yang kita kasih. Tapi kita ingin melekat pada dia bahwa perawatan diri salah satunya mandi, suatu rutinitas yang enggak bisa dilewati," tuturnya.
Dalam mengatasi tantangan anak susah untuk mandi terutama pada usia di bawah 6 tahun, sebisa mungkin orangtua bisa menghadirkan sesuatu yang menarik di kamar mandi. Misalnya, menaruh mainan, memperbolehkan main gelembung sabun atau menempel stiker dengan gambar yang menunjukkan urutan mandi.
"Yang penting ada hal yang menarik menurut anak yang kita letakkan di kamar mandi. Kadang ada mainan karet, misal suka dinosaurus, ya mandikan dinosaurus, tapi, pakai persepsi mereka," tukasnya.
Pritta menambahkan pada anak yang sudah menginjak di atas usia 6 tahun, orangtua sudah bisa memberikannya penjelasan ilmiah terkait pentingnya mandi. "Bisa kita berikan penjelasan logis, misalnya bagaimana keringat membawa bakteri. Jadi, penting bahwa anak itu punya persepsi positif tentang mandi."(Ant/M-2)
RESOLUSI tahun baru sebaiknya dimulai dari target yang masuk akal agar proses menjalaninya terasa lebih ringan dan tidak berubah menjadi tekanan atau hukuman atas kekurangan pribadi.
Remaja saat ini lebih membutuhkan dukungan emosional dan pendampingan untuk menavigasi kompleksitas ruang siber.
DPR mendorong adanya keterlibatan ahli dan profesional dalam menanggulangi kasus bullying agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Perilaku perundungan atau bullying tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari proses belajar anak terhadap lingkungan terdekatnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Semakin remaja mengenali emosi dan nilai-nilainya, semakin mudah ia menentukan langkah dan pilihan hidup yang sesuai.
Psikolog sekaligus Founder dan Direktur Personal Growth Counseling & Development Center, Ratih Ibrahim menanggapi peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved