Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
EKI Dance Company kembali menghadirkan pertunjukkan teater musikal bertajuk Perempuan Punya Cerita, ini merupakan pertunjukan yang mengangkat tema besar tentang perjuangan hidup perempuan dalam menghadapi ketidakadilan dan tekanan sosial. Pertunjukan berlangsung pada 4-7 September di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Dalam pertunjukan berdurasi sekitar 2 jam, penonton bakal menyaksikan dua cerita fiksi yang sangat dekat dengan realitas banyak perempuan Indonesia. Dua tokoh utama, “Jami” dan “Anya”, hadir sebagai representasi dua generasi yang berbeda, namun sama-sama memperjuangkan hak untuk bersuara.
"Bisa dikatakan apa yang hadir di sini (pertunjukan) adalah bagaimana kami mau menampilkan beneran kayak gini loh yang kejadian, di masyarakat tuh beneran gini. terlebih EKI sendiri itu kan singkatan dari Eksotika Karmawibhangga Indonesia, dan Karmawibhangga itu kan salah satu relief di Borobudur yang mana dia menampilkan keadaan Indonesia yang sebenarnya. Nah makanya itu kita disini menampilkan keadaan yang sebenarnya," terang produser pertunjukan, Nala Amrytha di Graha Bhakti Budaya, Rabu (3/9).
Meski kedua cerita pada teater musikal ini sudah dipertunjukan sebelumnya pada gelaran Festival Musikal Indonesia 2023 dan 2024, ada beberapa pengembangan dihadirkan.
Pertunjukkan teater musikal Perempuan Punya cerita menghadirkan cerita yang relevan di tengah masyarakat masa kini, khususnya untuk kaum Perempuan. Dialog-dialog dalam pertunjukan pun terdengar blak-blakan dan apa adanya, menjadi cerminan dari realitas yang sebenarnya.
Pertunjukan itu menghadirkan kisah Jami seorang single mother yang harus bertahan dalam lingkungan yang keras, dihimpit tekanan ekonomi dan rasa khawatir terhadap masa depan anak perempuannya. Ada juga kisah Anya, seorang siswi remaja yang menghadapi tantangan khas generasinya, perundungan, tekanan sosial, dan kerasnya kompetisi di sekolah, di tengah dunia yang dipenuhi ekspektasi dari media sosial.
Teater musikal ini menampilkan deretan aktor muda berbakat dan telah berpengalaman di dunia musikal, termasuk diantaranya Nala Amrytha, Ara Ajisiwi, Gerry Gerardo, serta bintang musikal pendatang baru, Tan Hadian. Tak ketinggalan juga tampil Gabriel Harvianto dan Uli Herdi.
Tidak hanya melakoni akting, dalam pertunjukan para aktor pun tampil bernyanyi dan menari dengan koreografi yang memukau, tak jarang dalam pertunjukan para aktor utama diangkat, digantung (dengan saling), hingga melompat.
Dalam pertunjukkan teater musikal, tata panggung tentu menjadi elemen yang penting untuk mendukung jalannya cerita. Pertunjukkan Perempuan Punya Cerita pun menghadirkan artistik yang memukau lewat berbagai properti yang dihadirkan.
Penggunaan alat-alat seperti tali sling, hingga layar LED bergerak digunakan secara maksimal dalam pertunjukan. Alat-alat itu didesain sedemikian rupa untuk mendukung jalannya cerita. Hasilnya, pengalaman baru dalam menyaksikan teater musikal bakal dirasakan penonton.
Berbeda dari pertunjukan sebelumnya, tahun ini EKI Dance Company dibawah bantuan musisi Gabriel Harvianto menghadirkan ensambel yang Segar. Di mana seluruh penampil dalam pagelaran ini bakal bernyanyi dan menari bersama, dengan lagu yang memiliki pesan moral mendalam. Ensambel ini tentunya didukung bersama dengan aransemen musik yang grande dan memukau. (Rif/M-3)
Melalui dua kisah kontras namun saling terkait, musikal ini menyoroti isu-isu mendalam, mulai dari perundungan di sekolah hingga tekanan hidup seorang ibu tunggal.
Eki Dance Company Gelar Pertunjukan Musikal Perempuan Punya Cerita
Produser Dance for All Nala Amyrtha mengatakan pertunjukan ini bisa dinikmati seluruh kalangan dan sebuah ajakan menari untuk semua.
Dreamgirls The Musical by Glitz Production akan berlangsung selama delapan hari, dengan sepuluh kali pertunjukan di Glitz Inclusive, Jakarta.
Dengan akting jenaka dan aksi panggung yang memukau, Flying membangkitkan sorak-sorai dan antusias penonton sepanjang pertunjukan.
Ide di balik Mencari Semar muncul dari perenungan Rangga Riantiarno akan peran kebijaksanaan di era kecerdasan buatan (AI).
PAGELARAN Sabang Merauke The Indonesian Broadway akan kembali berlangsung tahun ini, menjadi kali kelima pagelaran itu diadakan sejak yang pertama pada 2022
Dalam pentas budaya berskala nasional seperti Pagelaran Sabang Merauke 2025, kostum memainkan peran lebih dari sekadar pelengkap estetika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved