Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH hampir dua hari pembahasan, Komite Penasihat Praktik Imunisasi (ACIP) di bawah Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memutuskan dengan suara 8-3 untuk mencabut rekomendasi hampir 35 tahun yang mewajibkan pemberian vaksin hepatitis B dalam 24 jam pertama kehidupan. Komite mengusulkan vaksin diberikan pada usia dua bulan, kecuali apabila sang ibu terbukti positif hepatitis B.
Rekomendasi baru ini menyatakan bayi hanya perlu menerima vaksin saat lahir jika ibu diketahui membawa virus. Jika tidak, keputusan diserahkan kepada orang tua melalui konsultasi dengan tenaga kesehatan. Kebijakan tersebut masih menunggu persetujuan Direktur CDC, meski selama ini perbedaan pendapat jarang terjadi.
Di sisi lain, American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut langkah ini berbahaya dan berpotensi meningkatkan jumlah infeksi pada anak.
Sejak direkomendasikan pada 1991, vaksin hepatitis B terbukti sangat efektif, termasuk penurunan 99% infeksi kronis pada anak dan remaja. “Kebanyakan orang yang mendapatkan vaksinasi hepatitis B memiliki perlindungan seumur hidup,” ujar Alexis Monique Javier, DO, dokter anak di Children’s Memorial Hermann Pediatrics. Ia menambahkan vaksin ini lebih dari 95% efektif mencegah hepatitis B pada anak dan dewasa.
Hepatitis B adalah infeksi hati yang umum di seluruh dunia dan disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi. Penularan paling sering terjadi saat proses persalinan. Bayi juga dapat tertular dari pengasuh lain, terlebih karena banyak orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala. CDC memperkirakan sekitar setengah dari penderita tidak mengetahui dirinya membawa virus.
“Hepatitis B dapat menyebabkan penyakit ringan yang berlangsung beberapa minggu, hepatitis B akut, atau penyakit serius yang berlangsung seumur hidup, hepatitis B kronis,” kata Dr. Javier. Ia menambahkan penderita dapat menularkan tanpa sadar karena tidak merasa sakit.
Lebih dari 1 miliar dosis vaksin ini telah diberikan secara global dan dianggap sebagai salah satu vaksin paling aman dan efektif. Organisasi kesehatan internasional, termasuk WHO dan AAP, tetap merekomendasikan pemberian sejak lahir.
“Karena banyak ibu yang terinfeksi tidak tahu bahwa mereka terinfeksi, kami memvaksinasi semua bayi baru lahir untuk mencegah infeksi,” kata Brian Labus, PhD, MPH, REHS, ahli penyakit infeksi dari UNLV School of Public Health. Ia menyatakan vaksinasi luas membuat kanker hati pada anak hampir tidak lagi dijumpai.
Menurut Labus, menunda vaksin berarti kehilangan kesempatan terbaik mencegah infeksi. Ia menyebut program vaksinasi selama tiga dekade terakhir praktis menghilangkan penyakit ini pada anak. Penundaan berisiko membuat ribuan bayi terinfeksi tanpa disadari dan berkembang menjadi penyakit hati kronis.
Dr. Javier menambahkan bayi yang tidak mendapat vaksin saat lahir tidak memiliki perlindungan bila terpapar segera setelah kelahiran. “Hepatitis B dapat menyebabkan kerusakan hati, kanker hati, dan kematian,” tegasnya. Bayi yang terinfeksi memiliki kemungkinan 90% menjadi penderita kronis, dan 25% di antaranya meninggal.
Penundaan juga dapat memengaruhi jadwal imunisasi berikutnya, menambah hambatan bagi keluarga berpendapatan rendah yang mungkin tak lagi menerima vaksin di rumah sakit.
Beberapa orangtua khawatir vaksin terlalu membebani sistem imun atau berhubungan dengan autisme. "Vaksin tidak menyebabkan autisme," tegas Dr. Javier. Labus menambahkan tidak ada alasan kuat untuk menunda vaksin karena risikonya sangat kecil dibanding manfaat perlindungan seumur hidup. (CNN/Z-2)
Menurutnya, rumah sakit berada di garis akhir pelayanan, sehingga pembenahan harus dimulai dari sistem rujukan dan layanan kesehatan dasar.
Ending Squid Game S3 penuh kejutan! Gi-hun berkorban, bayi menang, dan Front Man berubah. Apakah akan ada spin-off? Simak faktanya di sini.
Vaksinasi bayi baru lahir penting untuk mencegah penyakit serius seperti hepatitis B, polio, dan TBC. Imunisasi tepat waktu bantu perkuat sistem imun sejak hari pertama kehidupan.
MENGASUH bayi yang baru lahir memang menantang. Ada beberapa alat untuk meringankan pengasuhan bayi sehari-hari, seperti salah satunya baby bouncer.
Dokter Spesialis Anak, dr. Ardi Santoso, SpA, MKes menyampaikan 3 kesalahan yang sering terjadi saat merawat bayi baru lahir
Dokter spesialis anak subspesialis infeksi dan penyakit tropik menjelaskan virus varicella zoster dapat menetap secara laten di sistem saraf dan dapat aktif kembali menjadi herpes zoster.
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.
ISTILAH superflu kini sedang menjadi tren di luar negeri, yakni varian virus K dari influenza A (H3N2). Ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk mencegah anak tertular.
PENYAKIT ISPA kerap terjadi pada anak. ISPA menjadi penyakit yang bisa mengancam kesehatan anak. ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan bagian atas.
SELESMA atau kondisi yang kerap disebut sebagai pilek oleh orang awam merupakan kondisi yang umumnya tidak membahayakan, tetapi pada kasus tertentu bisa sebabkan pneumonia.
KESEHATAN dan daya tahan tubuh anak tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan, cuaca juga memiliki peran terhadap hal tersebut. Cuaca buruk disebut dapat memengaruhi kondisi kesehatan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved