Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama Pertamina Peduli memperkuat dukungan penanganan bencana di Sumatra dengan menyediakan pasokan logistik dapur umum serta membangun instalasi penyaringan air bersih. Seluruh bantuan berpusat di kawasan kilang Refinery Unit (RU) Pertamina di Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
General Manager PGN Regional Sumatra, Andi Sangga, menjelaskan bahwa pasokan logistik dapur umum menjadi prioritas karena kebutuhan makanan siap saji masih menjadi tantangan besar di posko-posko pengungsian.
“Dukungan dapur umum sangat krusial. Makanan siap santap adalah sumber energi bagi masyarakat untuk pulih di tengah situasi darurat, sehingga distribusinya harus diberikan sesegera mungkin,” ungkapnya.
Senior Supervisor RU II Area Pangkalan Brandan, Raden Cepih Herdanu Nugraha, menambahkan bahwa Pertamina memastikan dapur umum dapat beroperasi setiap hari agar warga terdampak banjir Sumatra memiliki akses terhadap makanan bergizi dan aman.
“Dapur umum dikelola oleh tim gabungan Pertamina Group, relawan, dan warga sekitar. Targetnya mampu memproduksi sekitar 2.000 porsi makanan per hari dengan proses memasak terpusat demi menjaga higienitas dan memudahkan distribusi,” ujarnya.
Selain kebutuhan pangan, PGN turut membangun instalasi penyaringan air darurat untuk membantu pasokan air bersih. Fasilitas Water Treatment Plant milik RU II Area P. Brandan sebelumnya mengalami kerusakan akibat terendam banjir, sementara permintaan air bersih terus meningkat pascabencana. Selama ini, air bersih didistribusikan melalui tangki damkar, namun kapasitasnya kian terbatas.
Instalasi penyaringan darurat tersebut menggunakan kombinasi teknologi modern, mulai dari sediment filter, carbon filter, water softener, hingga reverse osmosis (RO) dan booster pump untuk menjaga tekanan air selama proses berlangsung. Dengan teknologi ini, air dari sumber lokal dapat diubah menjadi air layak minum untuk keperluan memasak, konsumsi, dan kebutuhan dasar pengungsi maupun relawan.
“Instalasi sudah beroperasi dan terus kami pantau agar pasokan air tetap andal. Harapannya, masyarakat sekitar Brandan dapat memanfaatkan fasilitas air bersih ini sepanjang masa darurat,” ujar Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi.
PGN menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian untuk memastikan kebutuhan dasar warga, baik makanan maupun air bersih, dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat. Koordinasi dengan Pertamina Group, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat akan terus dilakukan untuk menyesuaikan bentuk bantuan sesuai kondisi lapangan. PGN berharap dukungan yang diberikan mampu mempercepat pemulihan dan memberikan kembali rasa aman bagi masyarakat di wilayah terdampak. (Ant/E-3)
Sebagai tambahan layanan darurat, Pertamina juga menyiagakan layanan motoris yang bertugas membantu pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.
PT Pertamina Lubricants (PTPL) menghadirkan berbagai program Ramadan & Idulfitri (RAFI) 2026 dengan tema “Energi Berbagi, Menjaga Setiap Perjalanan.”
Pertamina merupakan korporasi besar yang memiliki sistem dalam mengambil keputusan bisnis, termasuk ketika menjalin kerja sama dengan pihak lain.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa kondisi stok energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, tetap berada pada tingkat yang mencukupi.
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah beranjak dari kawasan sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah.
Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina meninjau operasional di PHR Rokan dan PGN Medan untuk memastikan produksi migas serta distribusi energi tetap aman selama Ramadan dan Idulfitri.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved