Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tips Jaga Imunitas Tubuh Sambut Liburan Akhir Tahun

Despian Nurhidayat
06/12/2025 16:12
Tips Jaga Imunitas Tubuh Sambut Liburan Akhir Tahun
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BMKG menyebut puncak musim hujan tahun ini dimulai November 2025 dan akan berlangsung hingga Februari 2025. Data empiris BMKG menunjukkan kecenderungan pembentukan bibit siklon dan siklon tropis meningkat pada  bulan Desember hingga Maret atau bahkan April tahun berikutnya, terutama di belahan selatan bumi. Akibatnya, intensitas hujan akan meningkat, di sisi lain siang panas sangat terik sehingga terjadi perubahan cuaca yang ekstrem. 

Menghadapi cuaca ekstrem, masyarakat diimbau untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Apalagi, bagi masyarakat yang memiliki rencana untuk bepergian dan berwisata pada musim liburan sekolah yang bersamaan dengan libur Natal dan Tahun Baru 2026. 

“Musim seperti ini rentan membuat kita tumbang karena tubuh tidak hanya disibukkan kegiatan sehari-hari, tapi harus senantiasa beradaptasi cepat terhadap perubahan cuaca yang drastis,”  jelas Andry Mahyudi, Head Of Business Upper Respiratory & Women Health - Public Relations, PT Bintang Toedjoe.

dr. Ikram Syah Maulana, dokter umum sekaligus health influencer menjelaskan berbagai dampak cuaca ekstrem bagi kesehatan. “Dampak utamanya, gangguan pernapasan seperti batuk dan flu lebih tinggi karena mudahnya penyebaran virus dan bakteri. Tidak hanya hujan, panas ekstrem juga dapat menyebabkan dehidrasi berat dan berujung bisa syok hipovolemik, yaitu kondisi medis darurat yang terjadi ketika tubuh kehilangan sejumlah besar darah atau cairan, membuat jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.” 

Agar tidak tumbang apalagi menjelang musim liburan, tubuh dan mood sama-sama harus dipersiapkan untuk menghadapi cuaca ekstrem. Cuaca yang tidak menentu memang membatasi ruang gerak, tapi jangan dijadikan alasan untuk tidak aktif bergerak dan  bersosialisasi. Cari exercise tidak hanya melatih kesehatan tubuh tapi juga kesehatan pikiran. 

Salah satunya dengan aktivitas dance rutin 15 menit yang mudah dan bisa dilakukan bersama-sama.  Ara Ajisiwi, aktor dan professional dancer menuturkan bagaimana dance yang biasa dilakukan anak muda, bukan hanya jadi ekspresi artistik, namun juga olahraga sehari-hari. 

“Berbeda dengan lari atau olahraga lainnya, dance bisa dilakukan di dalam ruangan untuk menghindari dampak cuaca dan menjaga kesehatan paru-paru serta jantung. Ditemani musik upbeat dan bersama teman-teman, dance menjadi olahraga sekaligus hobi seru untuk healing.” ujarnya. 

Cuaca ekstem mungkin memang kini semakin sulit diprediksi. Sehingga tidak hanya kesehatan tubuh yang dipengaruhi, bisa juga menyebabkan stres. Dance bisa memotivasi untuk melakukan gerak yang bermanfaat bagi tubuh, sekaligus menjaga mood selalu gembira karena fun, dapat dilakukan bersama teman dan kerabat. Olahraga yang baik adalah olahraga yang dapat kita lakukan dengan konsisten karena melakukannya tidak terasa berat, justru fun.

“Selain itu, jika tubuh mulai terasa kurang sehat, dapat mencari dukungan dari kandungan anti inflamasi alami seperti jahe merah dan daun lagundi agar terhindar dari batuk dan napas pendek. Kandungan alami ini akan lebih mudah dicerna oleh tubuh, apalagi dalam hadapi cuaca tak menentu,” ujar dr. Ikram Syah Maulana. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik