Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Vaksinasi Kunci Utama Cegah Meningitis pada Jemaah Haji

Basuki Eka Purnama
05/12/2025 11:27
Vaksinasi Kunci Utama Cegah Meningitis pada Jemaah Haji
Ilustrasi--Seorang petugas kesehatan menyuntikkan vaksin meningitis meningokokkus ke Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta(ANTARA/Wahyu Putro A)

SETIAP tahun, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji dan umrah. Di tengah kepadatan ekstrem dan kondisi iklim yang panas serta kering, ancaman penyakit menular—terutama meningitis meningokokus—menjadi perhatian serius. 

Meningitis menyerang selaput otak (meningitis) atau aliran darah (sepsis), dan dapat menyebabkan kematian kurang dari 24 jam jika tidak ditangani. Bahkan ketika pasien sembuh, risiko gejala sisa seperti gangguan pendengaran, kejang, hingga amputasi masih dapat terjadi.

Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi), Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, MARS, AIFO-K, menjelaskan bahwa risiko penularan meningkat drastis akibat suhu tinggi, kelembapan, polusi udara, kontak erat, dan kelelahan fisik. 

“Situasi ini semakin kompleks karena jutaan jemaah berasal dari ratusan negara, termasuk wilayah “meningitis belt” di sub-Sahara Afrika yang dikenal sebagai kawasan endemis penyakit meningokokus invasif,” ujar Syarief, dikutip Jumat (5/12) 

Bagi Indonesia, tantangan kesehatan jemaah haji semakin berat. Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid. Kondisi ini membuat mereka jauh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk meningitis.

Vaksinasi meningitis menjadi langkah paling efektif dalam perlindungan jemaah. Arab Saudi bahkan mewajibkan vaksin meningitis konjugat yang harus diberikan paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan. 

Selain mencegah penularan, vaksin ini telah terbukti menekan kejadian meningitis secara signifikan, termasuk setelah KLB besar terakhir pada musim haji 2001.

Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI, MSc, menekankan bahwa bakteri Neisseria meningitidis dapat bertahan di nasofaring hingga berbulan-bulan, sering tanpa gejala. Artinya, seseorang bisa menjadi carrier tanpa menyadarinya dan menularkan bakteri kepada keluarga setelah pulang dari ibadah. 

Di sinilah pentingnya vaksin meningitis konjugat yang tidak hanya melindungi individu, tetapi juga mencegah terbentuknya carrier di komunitas.

Melihat kebutuhan ini, PT Kalbe Farma Tbk, melalui anak perusahannya, PT Kalventis Sinergi Farma, meluncurkan vaksin meningitis konjugat generasi terbaru yang dirancang untuk memberikan perlindungan komprehensif bagi jemaah haji dan umrah. 

Vaksin ini memanfaatkan teknologi konjugasi yang mampu menghasilkan respons imun lebih kuat dan membentuk sel memori, sehingga masa perlindungan menjadi lebih panjang dibandingkan vaksin polisakarida.

Selain itu, vaksin meningitis konjugat terbaru dari Kalventis telah terbukti efektif melindungi dari empat serogrup bakteri meningokokus: A, C, W, dan Y—dengan efektivitas yang mencapai 93%–98% pada studi usia 15–55 tahun. 

Keunggulan lainnya adalah kemampuannya menurunkan risiko carrier, sehingga turut melindungi keluarga dan lingkungan sekitar sepulangnya jemaah dari Tanah Suci.

Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno Metupawan, menyampaikan bahwa peluncuran vaksin ini merupakan bagian dari komitmen “Bersama Sehatkan Bangsa”. 

“Harapannya, jemaah bisa beribadah dengan nyaman dan pulang ke tanah air dengan kondisi sehat, tanpa membawa risiko penularan kepada keluarga,” ujarnya.

Bagi calon jemaah haji dan umrah, merencanakan kesehatan fisik sama pentingnya dengan mempersiapkan mental dan spiritual. Konsultasikan kebutuhan vaksinasi meningitis sejak jauh hari, pastikan mendapat vaksin konjugat dari fasilitas kesehatan resmi, dan pastikan e-ICV diterbitkan sebagai syarat keberangkatan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik