Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP tahun, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji dan umrah. Di tengah kepadatan ekstrem dan kondisi iklim yang panas serta kering, ancaman penyakit menular—terutama meningitis meningokokus—menjadi perhatian serius.
Meningitis menyerang selaput otak (meningitis) atau aliran darah (sepsis), dan dapat menyebabkan kematian kurang dari 24 jam jika tidak ditangani. Bahkan ketika pasien sembuh, risiko gejala sisa seperti gangguan pendengaran, kejang, hingga amputasi masih dapat terjadi.
Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi), Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, MARS, AIFO-K, menjelaskan bahwa risiko penularan meningkat drastis akibat suhu tinggi, kelembapan, polusi udara, kontak erat, dan kelelahan fisik.
“Situasi ini semakin kompleks karena jutaan jemaah berasal dari ratusan negara, termasuk wilayah “meningitis belt” di sub-Sahara Afrika yang dikenal sebagai kawasan endemis penyakit meningokokus invasif,” ujar Syarief, dikutip Jumat (5/12)
Bagi Indonesia, tantangan kesehatan jemaah haji semakin berat. Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid. Kondisi ini membuat mereka jauh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk meningitis.
Vaksinasi meningitis menjadi langkah paling efektif dalam perlindungan jemaah. Arab Saudi bahkan mewajibkan vaksin meningitis konjugat yang harus diberikan paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan.
Selain mencegah penularan, vaksin ini telah terbukti menekan kejadian meningitis secara signifikan, termasuk setelah KLB besar terakhir pada musim haji 2001.
Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI, MSc, menekankan bahwa bakteri Neisseria meningitidis dapat bertahan di nasofaring hingga berbulan-bulan, sering tanpa gejala. Artinya, seseorang bisa menjadi carrier tanpa menyadarinya dan menularkan bakteri kepada keluarga setelah pulang dari ibadah.
Di sinilah pentingnya vaksin meningitis konjugat yang tidak hanya melindungi individu, tetapi juga mencegah terbentuknya carrier di komunitas.
Melihat kebutuhan ini, PT Kalbe Farma Tbk, melalui anak perusahannya, PT Kalventis Sinergi Farma, meluncurkan vaksin meningitis konjugat generasi terbaru yang dirancang untuk memberikan perlindungan komprehensif bagi jemaah haji dan umrah.
Vaksin ini memanfaatkan teknologi konjugasi yang mampu menghasilkan respons imun lebih kuat dan membentuk sel memori, sehingga masa perlindungan menjadi lebih panjang dibandingkan vaksin polisakarida.
Selain itu, vaksin meningitis konjugat terbaru dari Kalventis telah terbukti efektif melindungi dari empat serogrup bakteri meningokokus: A, C, W, dan Y—dengan efektivitas yang mencapai 93%–98% pada studi usia 15–55 tahun.
Keunggulan lainnya adalah kemampuannya menurunkan risiko carrier, sehingga turut melindungi keluarga dan lingkungan sekitar sepulangnya jemaah dari Tanah Suci.
Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno Metupawan, menyampaikan bahwa peluncuran vaksin ini merupakan bagian dari komitmen “Bersama Sehatkan Bangsa”.
“Harapannya, jemaah bisa beribadah dengan nyaman dan pulang ke tanah air dengan kondisi sehat, tanpa membawa risiko penularan kepada keluarga,” ujarnya.
Bagi calon jemaah haji dan umrah, merencanakan kesehatan fisik sama pentingnya dengan mempersiapkan mental dan spiritual. Konsultasikan kebutuhan vaksinasi meningitis sejak jauh hari, pastikan mendapat vaksin konjugat dari fasilitas kesehatan resmi, dan pastikan e-ICV diterbitkan sebagai syarat keberangkatan. (Z-1)
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Bakteri Neisseria meningitidis dapat hidup normal sebagai komensal di nasofaring (bagian belakang hidung dan tenggorokan) tanpa menyebabkan penyakit pada orang yang membawanya.
SEBUAH penyakit misterius telah menyebabkan sedikitnya 60 orang meninggal dunia di tengah-tengah wabah yang terjadi di Republik Demokratik Kongo, demikian ungkap para dokter.
Meningitis tuberkulosis (TB) adalah infeksi serius yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang meninges, lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang.
Meningitis adalah infeksi serius pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Pada anak-anak, penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Vaksin meningitis merupakan cara penting untuk melindungi individu, terutama mereka yang berada dalam kelompok berisiko tinggi, dari penyakit meningitis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved