Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA remaja dan dewasa muda ternyata dapat menjadi pembawa (carrier) bakteri Neisseria meningitidis, kuman penyebab penyakit meningokokus. Orang-orang muda yang tampak sehat ini justru menjadi sumber penularan utama. Hal itu disampaikan Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi, dr. Suzy Maria, SpPD-KAI, M.Sc, dikutip Sabtu (6/12).
Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Suzy menekankan bahwa pemahaman ini perlu diluruskan.
"Jangan salah, yang menjadi carrier itu justru pada remaja dan dewasa yang muda. Jadi orang-orang muda sehat inilah yang menjadi penularnya," katanya.
Bakteri Neisseria meningitidis dapat hidup normal sebagai komensal di nasofaring (bagian belakang hidung dan tenggorokan) tanpa menyebabkan penyakit pada orang yang membawanya. Namun, pembawa ini dapat menularkan bakteri tersebut ke orang lain.
Tingginya tingkat pembawa kuman (carrier rate) pada kelompok ini didorong oleh gaya hidup mereka.
Suzy menjelaskan bahwa remaja dan dewasa muda senang berkumpul, seperti yang terjadi pada mahasiswa atau anggota militer di negara maju yang sering berada di ruangan tertutup dalam waktu lama.
"Karena remaja dan dewasa muda senang berkumpul. Jadi, kalau seandainya ada satu saja carrier di kelompok mereka, mereka berkumpul, mereka akan menularkan ke yang lain-lainnya," jelas anggota Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) ini.
Meskipun hidup sebagai komensal di nasofaring, bakteri ini berpotensi masuk ke aliran darah. Proses ini dapat dipicu oleh faktor-faktor seperti perubahan pada selaput lendir dan penurunan sistem imun seseorang.
Jika bakteri berhasil masuk ke aliran darah, meningokokus dapat menyebar ke berbagai organ dan memicu penyakit yang lebih serius. Suzy menyebutkan bahwa tujuan utama bakteri ini adalah selaput otak atau meninges.
"Dia paling sering pergi ke selaput otak atau meninges, yang kemudian kalau meradang disebut penyakitnya meningitis, yang penyebabnya salah satu yang fatal dan cukup sering adalah Neisseria meningitidis atau meningokokus," paparnya.
Selain menyebabkan meningitis, bakteri ini juga bisa memicu infeksi paru yang disebut pneumonia. Infeksi Neisseria meningitidis secara keseluruhan dikenal sebagai Penyakit Meningokokus Invasif (Invasive Meningococcal Disease/IMD).
IMD merupakan penyakit yang menular melalui percikan cairan saluran pernapasan saat pembawa bakteri batuk atau bersin.
Meskipun penular umumnya adalah remaja dan dewasa muda, IMD sebagian besar menyerang kelompok usia yang sangat rentan.
"Penyakit meningokokus invasif bisa menyerang orang segala usia, tetapi kebanyakan terjadi pada orang yang berusia sangat muda atau sangat tua," kata Suzy.
Kerentanan ini disebabkan oleh kondisi sistem imun. Anak-anak kecil masih memiliki sistem imun yang berkembang, sementara orang lanjut usia mengalami penurunan kekebalan tubuh. Kondisi inilah yang membuat kedua kelompok usia tersebut lebih mudah terinfeksi dan mengalami sakit berat akibat bakteri ini. (Ant/Z-1)
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
SEBUAH penyakit misterius telah menyebabkan sedikitnya 60 orang meninggal dunia di tengah-tengah wabah yang terjadi di Republik Demokratik Kongo, demikian ungkap para dokter.
Meningitis tuberkulosis (TB) adalah infeksi serius yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang meninges, lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang.
Meningitis adalah infeksi serius pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Pada anak-anak, penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Vaksin meningitis merupakan cara penting untuk melindungi individu, terutama mereka yang berada dalam kelompok berisiko tinggi, dari penyakit meningitis.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Rumah dan lingkungan yang terdampak banjir harus segera dibersihkan agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan kuman dan jamur yang dapat memicu munculnya masalah kesehatan dan penyakit.
KEGIATAN mandi memang dilakukan secara rutin dua kali sehari, akan tetapi belum tentu sudah dilakukan dengan benar. Oleh sebab itu, mandi perlu dilakukan dengan benar
Kasus kusta di Indonesia meningkat yang sebelumnya 14.821 kasus pada 2022 dan menjadi 17.251 kasus penderita kusta di 2023.
Kuman atau bakteri yang berada dan menempel pada perabotan bisa memicu beberapa penyakit dan yang paling umum adalah serangan gatal pada kuli
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved