Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan pentingnya kecepatan dalam pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Banyumas. Nanik memberikan tenggat waktu satu bulan kepada Mitra, Yayasan, dan Kepala SPPG Kabupaten Banyumas untuk segera mendaftar ke Dinas Kesehatan.
"Jika dalam sebulan tidak mendaftar, saya akan suspend mereka," tegas Nanik di hadapan para peserta acara Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk Forkompimda, Kasatpel, dan Kepala SPPG di wilayah eks Karesidenan Banyumas, di Hotel Aston Purwokerto pada Kamis, (4/12).
Wilayah eks Karesidenan Banyumas meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Banyumas. Data dari Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) menunjukkan bahwa kabupaten-kabupaten lain di wilayah ini sudah lebih maju dalam hal pengurusan SLHS.
Di Kabupaten Banjarnegara, misalnya, dari 131 kuota SPPG, 68 sudah terisi, dengan 46 SPPG yang telah beroperasi dan semuanya telah mengantongi SLHS.
Kabupaten Purbalingga juga menunjukkan kemajuan signifikan, dengan 79 SPPG yang terisi dari 133 kuota. Sebanyak 54 SPPG sudah beroperasi, dan seluruhnya telah memperoleh SLHS. Sementara itu, Kabupaten Cilacap, dengan kuota 163 SPPG, telah mengisi 127 kuota, dengan 95 SPPG yang beroperasi dan 44 di antaranya sudah memiliki SLHS.
Namun, Kabupaten Banyumas, dengan kuota terbesar yakni 227 SPPG, masih jauh tertinggal. Dari 227 kuota tersebut, 146 telah terisi, namun hanya 116 yang sudah beroperasi.
"Dari 98 yang mendaftar, yang lolos hanya 15 SPPG, sementara 48 lainnya malah belum mendaftar," ujar Nanik, yang juga mantan wartawan senior, menanggapi kinerja Kabupaten Banyumas yang masih tertinggal dalam urusan pendaftaran SLHS.
Nanik menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk menunda-nunda pendaftaran. Dalam rapat Tim Koordinasi Kementerian/Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG, Kementerian Kesehatan telah menyatakan bahwa pengurusan SLHS tidak dipungut biaya, kecuali untuk pengambilan dan pengujian sampel yang dikenakan biaya sekitar 1 hingga 2 juta rupiah.
"Jika ada pungutan lain yang tidak sesuai, laporkan kepada saya," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Nanik juga memberikan apresiasi kepada Kepala SPPG dan Mitra di Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga yang telah berhasil mendapatkan SLHS untuk dapur MBG mereka.
"Nanti saya traktir sroto, ya," ujar Nanik, disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Selain itu, Nanik turut mengajak para peserta untuk mendoakan keselamatan petugas SPPG yang tengah bertugas di daerah terdampak bencana banjir, seperti di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Menjadi petugas SPPG adalah tugas yang berisiko tinggi," ujarnya, mengingat seorang ahli gizi di Sigli, Aceh, meninggal dunia karena tersetrum saat bertugas.
Sementara itu, seorang Asisten Lapangan berhasil diselamatkan meskipun dalam kondisi kritis. Nanik berharap agar bencana segera mereda, dan para petugas serta warga yang terdampak dapat pulih dengan cepat.
Acara ini juga menjadi momentum penting bagi BGN untuk menegaskan keseriusan dalam mempercepat proses pengurusan SLHS guna memastikan kualitas layanan gizi yang aman dan sesuai standar bagi masyarakat. (Z-10)
Pramono menilai, kerja sama ini diperlukan untuk menjaga pasokan bahan makanan dalam keberlangsungan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Dalam upaya memberdayakan para penjual makanan di sekitar sekolah penerima manfaat MBG, mitra bisa bekerja sama dengan pengawas gizi di setiap SPPG.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang meminta SPPG membuat perjanjian tertulis dengan sekolah penerima manfaat terkait batas waktu konsumsi Makan Bergizi Gratis.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan kepala SPPG dilarang memaksa sekolah menerima Makan Bergizi Gratis. Program MBG bersifat sukarela dan menyasar yang paling membutuhkan.
SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Saat ini telah beroperasi 23.012 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 65% dari target nasional sebanyak 35.270 unit.
Koperasi Desa Merah Putih nanti berperan sebagai off taker, supplier, sekaligus pool holding-nya (aset yang dimiliki bersama-sama).
MBG dinilai sebagai intervensi sosial yang fundamental bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, MBG diperlukan di tengah dinamika ekonomi global yang tidak terprediksi.
Tim Pengkaji MBG UNJ menilai keunggulan utama BLU terletak pada kemampuannya mengombinasikan fleksibilitas operasional dengan akuntabilitas yang kuat.
Pemkab memiliki data ketersediaan bahan baku pangan, sehingga menu MBG di Sumedang bisa disesuaikan dengan pasokan lokal yang tersedia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved