Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar setelah Banjir Bandang Sumatra

Atalya Puspa    
01/12/2025 12:21
Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar setelah Banjir Bandang Sumatra
Banjir bandang menerjang Sumatra(Dok.MI)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa hujan lebat masih berpotensi terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga 2 Desember. Peringatan itu dikeluarkan setelah banjir bandang di Sumatra.

Sementara hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang  diperkirakan masih mungkin terjadi di beberapa wilayah lain di Indonesia.

Merespons hal itu, BMKG mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memimpin langsung supervisi operasi dari Posko Bandara Kualanamu, Medan, sebagai bagian dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan tanggap darurat.

Faisal mengatakan, operasi dilakukan 24 jam sejak 27 November hingga 1 Desember 2025 untuk memastikan perlindungan dasar bagi masyarakat terdampak. 

“Sebagai bagian dari pemerintah, BMKG turut serta memastikan seluruh unsur bergerak cepat menjamin keselamatan warga dari bencana yang dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem dan berdampak luas di sejumlah wilayah,”  kata Faisal. 

OMC dijalankan dengan tujuan mengurangi potensi curah hujan tinggi di kawasan terdampak agar proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pekerjaan percepatan lainnya tidak terhambat. 

Faisal memastikan kesiapan tim, peralatan, pesawat, serta koordinasi lintas instansi berjalan optimal. Ia juga menegaskan seluruh UPT BMKG di wilayah bencana tetap bertugas penuh di lapangan.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyatakan strategi penyemaian diarahkan pada awan pembawa hujan sebelum memasuki wilayah rentan bencana, terutama di perairan barat dan utara Sumatra Utara. 

“Strategi penyemaian dilakukan dengan mengintervensi awan-awan yang membawa air hujan sebelum masuk ke area terdampak bencana, tepatnya di perairan sebelah Barat dan Utara dari Provinsi Sumatera Utara,” terang Seto.

Hingga 29 November, operasi di Medan telah melakukan sembilan sorti penerbangan menggunakan 4.800 kilogram NaCl dan 2.400 kilogram CaO sebagai bahan semai. Lima sorti tambahan direncanakan hari ini. 

Di Aceh, OMC telah memasuki hari kedua dengan empat sorti penerbangan menggunakan Cessna Caravan PK-SNP yang menebar 2.000 kilogram NaCl dan 2.000 kilogram CaO. 

Sementara itu, di Sumbar, lima sorti penerbangan telah dilakukan dari Posko Bandara Internasional Minangkabau menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-DPI dan PK-SNK, dengan total 4.400 kilogram NaCl. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik