Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEHATAN mental di lingkungan sekolah kini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Tempat yang seharusnya menjadi simbol harapan tersebut malah menjadi ketakutan bagi sebagian remaja. Hal ini kemudian memengaruhi kemampuan mereka untuk belajar, membangun hubungan sosial, dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.
Data dari laporan Youth Risk Behavior CDC menunjukkan pada 2021, hampir 42% siswa SMA di Amerika Serikat menyatakan merasa sedih atau putus asa. Meskipun CDC melaporkan kondisi ini membaik pada 2024, angka ini tetap menegaskan kesehatan mental siswa membutuhkan perhatian khusus. Data WHO juga mengungkap 1 dari 7 anak usia 10-19 tahun menghadapi gangguan kesehatan mental.
Mengutip dari laman Schools That Lead, salah satu temuan paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya pikiran bunuh diri pada siswa sekolah menengah di Amerika. Setidaknya 18% siswa SMA pernah mempertimbangkan untuk bunuh diri, 9% siswa bahkan telah mencoba bunuh diri setidaknya sekali.
Bunuh diri sendiri menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi pada usia 12-24 tahun. Angka tersebut menunjukkan tekanan yang dialami remaja semakin berat, dan tanpa dukungan mental yang memadai, risiko tindakan fatal semakin besar.
Kondisi ini kemudian diperparah fenomena perundungan atau bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan. Bullying, baik fisik maupun digital, turut menjadi penyumbang terbesar gangguan mental pada pelajar.
Setidaknya 16% siswa SMA di Amerika menjadi korban cyberbullying, dan 35% orangtua mengaku khawatir anaknya menjadi korban. Fenomena ini menyebabkan kecemasan, depresi, trauma, dan penurunan prestasi belajar. Sekolah yang aktif mengurangi tindakan perundungan terbukti memiliki tingkat kesehatan mental siswa yang lebih baik.
Kondisi di Indonesia juga menunjukkan angka yang memprihatinkan. Data I-NAMHS 2022 mengungkap, 15,5 juta remaja, atau 34,9%, mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi ini juga makin diperparah fenomena perundungan yang terus menjamur. (Kemenkes/Schools That Lead/Z-2)
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
Sifatnya yang non-invasif, tanpa obat, tanpa efek ketergantungan, dan tanpa downtime menjadi keunggulan terbesar Exomind.
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga melakukan edukasi dan workshop kesehatan mental di sekolah-sekolah dan komunitas, serta penguatan tenaga psikolog klinis di puskesmas kecamatan.
Pengemudi mobil Audi yang menerobos Gerbang Tol Simatupang, pintu masuk utama menuju Tol JORR di Jakarta Selatan, pada Rabu (19/11) diklaim mengalami depresi.
Penelitian terbaru mengungkap paparan layar (screen time) pada usia di bawah 2 tahun dapat mempercepat pematangan saraf secara tidak alami dan memicu gangguan kecemasan.
Sebuah studi terhadap 583 remaja di Nepal menemukan hubungan kuat antara pola asuh orangtua dan kondisi mental remaja. Peneliti menyoroti pentingnya lingkungan rumah yang suportif.
Dalam konteks remaja, sehat mental berarti mampu mengenali dan mengelola emosi, menjalin hubungan positif, serta beradaptasi terhadap tekanan hidup
Penelitian menunjukkan remaja kini jauh lebih sedikit mengonsumsi alkohol dan rokok dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, para ahli memperingatkan risiko dari dunia digital.
Penelitian University of Georgia ungkap pola asuh ayah dan ibu memengaruhi kecemasan sosial remaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved