Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

WHO: 1 dari 7 Remaja Alami Gangguan Mental, Mayoritas karena Lingkungan Pendidikan

Abi Rama
01/12/2025 11:21
WHO: 1 dari 7 Remaja Alami Gangguan Mental, Mayoritas karena Lingkungan Pendidikan
Ilustrasi(freepik)

KESEHATAN mental di lingkungan sekolah kini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Tempat yang seharusnya menjadi simbol harapan tersebut malah menjadi ketakutan bagi sebagian remaja. Hal ini kemudian memengaruhi kemampuan mereka untuk belajar, membangun hubungan sosial, dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.

Data dari laporan Youth Risk Behavior CDC menunjukkan pada 2021, hampir 42% siswa SMA di Amerika Serikat menyatakan merasa sedih atau putus asa. Meskipun CDC melaporkan kondisi ini membaik pada 2024, angka ini tetap menegaskan kesehatan mental siswa membutuhkan perhatian khusus. Data WHO juga mengungkap 1 dari 7 anak usia 10-19 tahun menghadapi gangguan kesehatan mental.

Tingginya Angka Depresi dan Pikiran Bunuh Diri

Mengutip dari laman Schools That Lead, salah satu temuan paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya pikiran bunuh diri pada siswa sekolah menengah di Amerika. Setidaknya 18% siswa SMA pernah mempertimbangkan untuk bunuh diri, 9% siswa bahkan telah mencoba bunuh diri setidaknya sekali. 

Bunuh diri sendiri menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi pada usia 12-24 tahun. Angka tersebut menunjukkan tekanan yang dialami remaja semakin berat, dan tanpa dukungan mental yang memadai, risiko tindakan fatal semakin besar.

Bullying Tingkatkan Risiko Gangguan Mental

Kondisi ini kemudian diperparah fenomena perundungan atau bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan. Bullying, baik fisik maupun digital, turut menjadi penyumbang terbesar gangguan mental pada pelajar.

Setidaknya 16% siswa SMA di Amerika menjadi korban cyberbullying, dan 35% orangtua mengaku khawatir anaknya menjadi korban. Fenomena ini menyebabkan kecemasan, depresi, trauma, dan penurunan prestasi belajar. Sekolah yang aktif mengurangi tindakan perundungan terbukti memiliki tingkat kesehatan mental siswa yang lebih baik.

Bagaimana dengan Indonesia?

Kondisi di Indonesia juga menunjukkan angka yang memprihatinkan. Data I-NAMHS 2022 mengungkap, 15,5 juta remaja, atau 34,9%, mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi ini juga makin diperparah fenomena perundungan yang terus menjamur. (Kemenkes/Schools That Lead/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik