Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus dilakukan secara masif. BNPB memastikan stok pangan di Sumatra Utara dalam kondisi aman hingga satu pekan mendatang.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa titik penyimpanan logistik untuk mempercepat distribusi ke wilayah yang paling membutuhkan.
"Logistik untuk Sumatra Utara saat ini kami punya tiga buffer stock, di Bandara Soewondo, Bandara Silangit dan di Bandara Pinangsori. Logistik makanan untuk masyarakat terdampak untuk satu minggu ke depan masih tersedia," kata Suharyanto dalam konferensi pers secara daring, Minggu (30/11).
Suharyanto menjelaskan bahwa medan yang sulit akibat kerusakan infrastruktur membuat sejumlah daerah di Sumatra Utara dan Aceh masih sulit dijangkau melalui jalur darat. Untuk itu, bantuan logistik harus dikirim menggunakan jalur udara.
Enam helikopter dan satu pesawat Cessna dikerahkan setiap hari untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi. Ia menegaskan bahwa pengiriman bantuan terus dilakukan secara berulang, meski volume yang terlihat per satu kali penerbangan tidak besar.
"Mungkin masyarakat hanya melihat satu helikopter menurunkan sekitar 900 kilogram, sehingga apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang banyak terlihat masih sedikit," ujarnya.
Namun, menurutnya, proses distribusi tidak pernah berhenti dan dilakukan terus-menerus agar kebutuhan warga dapat terpenuhi.
"Proses distribusi dilakukan terus menerus untuk bisa mengakomodir masyarakat terdampak yang jumlahnya sangat banyak," tambahnya.
Selain jalur udara, BNPB juga memperkuat jalur laut sebagai rute pengiriman bantuan. Dua KRI dari Jakarta telah diberangkatkan untuk membawa kebutuhan logistik dalam jumlah lebih besar.
"Tapi kalau nanti KRI sudah bisa masuk, mudah-mudahan lebih kondusif lagi. Jika hari ini berangkat, berarti kira-kira besok KRI sudah sampai di Sibolga," ucapnya.
Lebih lanjut, untuk wilayah Aceh, BNPB mengonsolidasikan bantuan logistik di Bandara Sultan Iskandar Muda. Sebagai respons atas tingginya kebutuhan dan kondisi medan yang menantang, BNPB juga menyiapkan titik distribusi baru di Bandara Lhokseumawe agar jangkauan bantuan lebih luas dan cepat.
Upaya itu dilakukan seiring banyaknya permukiman yang masih terisolasi dan terbatasnya jalur transportasi akibat kerusakan jembatan maupun jalan utama. Dengan pembukaan titik distribusi baru, BNPB berharap ritme pengiriman bantuan ke daerah-daerah kritis dapat meningkat.
BNPB menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat di tiga provinsi terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, serta berbagai unsur relawan terus dilakukan untuk memastikan logistik dan layanan bantuan dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan.
Suharyanto menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini adalah keterbatasan akses dan tingginya jumlah warga terdampak. Meski begitu, upaya pengiriman logistik disebut berlangsung tanpa jeda.
"Pengiriman melalui udara, darat, dan laut akan terus ditingkatkan seiring perbaikan akses dan kedatangan armada tambahan," tuturnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif serta potensi bencana susulan, BNPB meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah setempat. Pemerintah pusat, kata Suharyanto, akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. (H-2)
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
BENCANA memang sering hadir tanpa memberikan ruang memilih, tetapi cara manusia meresponsnya selalu lahir dari pilihan moral dan politik.
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Tidak lagi sekadar respons darurat yang bersifat sementara, zakat diarahkan menjadi pilar sistem perlindungan sosial umat yang bekerja secara lintas fase.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved