Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Anak lulusan Universitas Gadjah Mada dr. Devie Kristiani, Sp.A mengatakan terdapat sejumlah gejala Anemia Defisiensi Besi (ADB) yang sering kali tidak disadari orangtua dan dapat memengaruhi perkembangan saraf dan otak anak.
"Anemia defisiensi besi bukan sekadar masalah kurang darah. Kondisi ini berdampak langsung pada perkembangan saraf dan otak," kata Devie, dikutip Sabtu (29/11).
Dokter yang berpraktik di RS Bethesda Yogyakarta itu menjelaskan bahwa gejala anemia pada anak dapat dilihat dari wajah yang tampak pucat, mudah lelah, lesu, atau kurang aktif.
Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi berat badan sulit naik, pertumbuhan terlambat, penurunan nafsu makan, hingga kebiasaan memakan benda bukan makanan seperti tanah atau es batu (pica).
Penyebabnya pun beraneka macam seperti asupan makanan yang rendah zat besi, penyerapan zat besi yang tidak optimal, atau kehilangan darah akibat infeksi kronis.
Beberapa kelompok anak memiliki risiko lebih tinggi, seperti bayi prematur, anak dengan ibu yang mengalami anemia selama kehamilan, serta anak yang mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI) rendah zat besi.
Faktor gaya hidup juga turut berkontribusi. Konsumsi teh, kopi, atau cokelat dapat menghambat penyerapan zat besi di usus. Sebaliknya, penyerapan dapat ditingkatkan melalui konsumsi vitamin C dan susu pertumbuhan yang difortifikasi zat besi.
Mengutip sebuah studi, Devie mengingatkan bahwa anak yang terkena ADB berisiko memiliki skor kognitif, kemampuan psikomotor, serta konsentrasi yang lebih rendah dibanding anak dengan kadar zat besi yang cukup.
Hal ini berpengaruh pada kesiapan mereka belajar di sekolah dan performa akademik dalam jangka panjang.
Maka dari itu, dibutuhkan tindakan preventif dimulai dari rutin melakukan pengecekan status kecukupan zat besi dengan skrining atau deteksi dini dan mencukupi kebutuhan nutrisi yang kaya akan zat besi.
ADB juga dapat dicegah dan diatasi melalui langkah-langkah sederhana seperti mengombinasikan makanan sumber zat besi dengan sumber vitamin C yaitu jeruk, stroberi, tomat untuk meningkatkan penyerapan, memberikan suplemen zat besi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, terutama bagi anak prematur atau berisiko tinggi.
Cara lainnya yakni mengurangi konsumsi teh, kopi, atau cokelat bersamaan dengan waktu makan, memastikan kecukupan nutrisi sehari-hari dan melakukan konsultasi secara rutin dengan dokter untuk memantau kecukupan nutrisi anak.
Data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa 1 dari 4 anak Indonesia mengalami anemia.
Anemia defisiensi besi merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan zat besi yang dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein penting dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. (Ant/Z-1)
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Gejalanya bisa muncul sebagai kesulitan berbicara, menelan, kelopak mata turun, atau kelemahan otot tubuh bagian atas.
Karena potensi manfaatnya bagi kesehatan, sebagian orang mengonsumsi zinc dan magnesium secara bersamaan dalam bentuk suplemen kombinasi.
Spesialis saraf dari RS PON Mahar Mardjono, mengingatkan masyarakat waspada terhadap gejala neuralgia trigeminal, gangguan saraf yang menyebabkan nyeri intens di wajah.
Mengganti satu porsi harian daging merah olahan dengan kacang, biji-bijian, atau tahu dapat mengurangi risiko demensia sebesar 20 persen.
BERKERINGAT merupakan cara tubuh untuk menurunkan temperatur tubuh ketika kita kepanasan. Proses berkeringat melibatkan berbagai sistem tubuh, mulai dari sistem metabolisme, sistem saraf,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved