Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANG yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan, HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga infeksi tambahan lebih mudah terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi serius.
Banyak IMS, seperti klamidia, gonore, atau herpes genital, sering tidak menimbulkan gejala. Tanpa pemeriksaan rutin, infeksi bisa berkembang menjadi masalah kesehatan berat, termasuk infeksi kronis, gangguan kesuburan, kerusakan organ, serta meningkatkan risiko penularan HIV atau IMS lain kepada pasangan seksual.
Bagi ODHA, penanganan IMS dapat menjadi lebih sulit, terutama jika memiliki jumlah CD4 rendah. Karena itu, pemeriksaan IMS secara berkala sangat dianjurkan dan sebaiknya menjadi bagian dari perawatan HIV, khususnya bagi mereka yang aktif secara seksual.
Beberapa perilaku berikut dapat meningkatkan risiko penularan HIV dan IMS lainnya, antara lain:
Mengonsumsi obat HIV sesuai anjuran dokter, biasanya berupa antiretroviral therapy (ART), membantu menjaga jumlah virus tetap sangat rendah. Ketika viral load tidak terdeteksi, HIV tidak menular melalui hubungan seksual. Namun, penting untuk diingat:
Karena itu, langkah pencegahan berikut tetap penting:
Pasangan yang HIV-negatif dapat menggunakan PrEP untuk mencegah HIV, tetapi PrEP tidak melindungi dari IMS lainnya, sehingga kondom tetap diperlukan.
Beberapa jenis IMS dapat dicegah dengan vaksin. Vaksin berikut sangat dianjurkan untuk orang dengan HIV dan kelompok berisiko tinggi:
Vaksin membantu mengurangi risiko infeksi dan komplikasi jangka panjang.
Selain vaksin dan kondom, perubahan gaya hidup berikut dapat membantu melindungi kesehatan seksual:
Dengan langkah-langkah ini, orang dengan HIV dapat tetap sehat, menjaga kualitas hidup, dan melindungi pasangan dari risiko IMS lainnya. (HIV.gov/Z-10)
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
WHO menginformasikan bahwa lebih dari 1 juta orang terinfeksi salah satu dari empat jenis Infeksi Menular Seksual yang umum setiap harinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved