Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menag Sebut Indonesia Punya Modal Kuat untuk Jaga Perdamaian Dunia

Abdillah M Marzuqi
27/11/2025 16:41
Menag Sebut Indonesia Punya Modal Kuat untuk Jaga Perdamaian Dunia
Menag Nasaruddin Umar (dua dari kiri) dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar (tiga dari kiri)(Dok.HO)

MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan Indonesia memiliki modal yang kuat dalam menjaga perdamaian dunia sesuai amanah konstitusi.

“Indonesia, sebagai negara muslim yang besar di dunia, memiliki modalitas besar untuk ikut serta menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam seminar internasional bertajuk Indonesia’s Contribution to Contemporary Global Peace and Conflict Resolution di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (27/11).

Menag menjelaskan politik luar negeri bebas aktif menempatkan Indonesia pada posisi netral, namun aktif mendorong penyelesaian damai melalui jalur diplomasi. Netralitas itu memberikan kepercayaan dari berbagai pihak untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai juru bicara utama perdamaian

Menag memberikan sorotan khusus pada peran aktif pemerintah dalam konflik Israel-Palestina. Ia menyebutkan isu Palestina akan selalu menjadi perhatian masyarakat Indonesia sebagai manifestasi solidaritas ukhuwwah Islamiyyah.

Keterlibatan aktif Presiden Prabowo Subianto semakin kuat. Dalam Sidang Umum ke-80 PBB pada 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan dukungan penuh terhadap Solusi Dua Negara (Two-State Solution) sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian abadi.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh Mesir pada 13-14 Oktober 2025 menjadi bukti pengakuan dunia terhadap peran mediasi Indonesia.

“Diplomasi politik ini diperkuat oleh diplomasi kemanusiaan yang melibatkan masyarakat sipil, seperti pengiriman tim medis dan pembangunan rumah sakit, yang menyentuh aspek paling mendasar dari bantuan kemanusiaan global,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menyatakan tujuan kemerdekaan Indonesia adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia, menjadikan diplomasi sebagai diplomasi kemanusiaan, bukan perluasan pengaruh geopolitik.

“Fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, sekaligus negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, menjadikan kita unik. Ini membuktikan bahwa Islam, demokrasi, dan kemanusiaan dapat 
berjalan seiring,” ucapnya.

Indonesia, menurutnya, tidak lagi memposisikan sebagai negara adidaya, tetapi sebagai negara penyeimbang moral di tengah polarisasi geopolitik. Hal ini menobatkan Indonesia sebagai pemimpin moral dunia Islam, yang dihormati berkat keteladanan dalam menjaga harmoni dan martabat kemanusiaan. 

”Di tengah era ketika agama kerap dipolitisasi untuk konflik, kita justru menunjukkan bahwa agama dapat menjadi kekuatan perdamaian. Indonesia telah menjadi model kerukunan beragama yang layak ditiru dunia,” pungkasnya. (Ant/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik