Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, mengungkapkan ada banyak dampak dari perubahan iklim terutama pada kerawanan pangan.
Dampak terhadap kerawanan pangan, terjadi secara global hampir di seluruh dunia terjadi, dalam skala kuat ataupun menengah.
Dengan iklim yang tidak menentu menjadikan tanaman pangan mengalami kegagalan karena kebanjiran maupun kekeringan.
"Kemudian juga adanya kondisi water scarcity/water hotspot atau kekurangan air di beberapa wilayah terutama di daerah lintang menengah itu juga terjadi akibat dari perubahan iklim ini," kata Fachri dalam Forum Diskusi Denpasar 12 secara darigng, Rabu (26/11).
Fachri mengatakan dalam hasil riset World Climate Research Program, bahwa pada 2023-2024 terjadi lompatan kenaikan suhu, kemudian increasing extreme weather akibat adanya perubahan iklim.
"Es abadi kita di Gunung Jayawijaya, Papua Pegunungan, juga terus berkurang, karena suhu semakin meningkat terus dengan laju penurunan volumenya sekitar 0,07 km persegi per tahun sejak tahun 2016," ungkapnya.
Di kesempatan yang sama Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengungkapkan bahwa Indonesia ke depan memiliki 13 jenis bencana risiko yang bisa terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari ancaman yang sedang hingga tinggi.
"Jadi tadi disebutkan bahwa wilayahnya indah, tapi memang di baliknya ada ancaman bencana yang tentunya kita perlu siap, perlu siap mengantisipasi, kemudian juga siap merespon jika terjadi bencana, tentunya siap pulih kembali," jelasnya.
Agus mengatakan dengan dipetakan risiko bencana tersebut maka pemerintah dan masyarakat bisa meminimalisir terjadinya korban bencana hingga menjadi bangsa yang tangguh bencana.
"Artinya bangsa yang siap mengantisipasi, mencegah, siap-siap jika terjadi bencana, dan saat terjadi bencana kita siap respons dengan cepat, kemudian kita bisa pulih kembali," pungkasnya. (H-2)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, 10 Februari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan lebat hingga sedang sejak pagi hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
BMKG operasikan modifikasi cuaca (OMC) untuk cegah banjir Jakarta hingga 12 Februari 2026. Simak langkah mitigasi dan status pintu air terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved