Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Dampak Nyata dari Perubahan Iklim terhadap Pangan hingga Melelehnya Es Jayawijaya

M Iqbal Al Machmudi
26/11/2025 19:56
Dampak Nyata dari Perubahan Iklim terhadap Pangan hingga Melelehnya Es Jayawijaya
Pegunungan Jayawijaya(MI/AGUS MULYAWAN)

DIREKTUR Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, mengungkapkan ada banyak dampak dari perubahan iklim terutama pada kerawanan pangan.

Dampak terhadap kerawanan pangan, terjadi secara global hampir di seluruh dunia terjadi, dalam skala kuat ataupun menengah. 

Dengan iklim yang tidak menentu menjadikan tanaman pangan mengalami kegagalan karena kebanjiran maupun kekeringan.

"Kemudian juga adanya kondisi water scarcity/water hotspot atau kekurangan air di beberapa wilayah terutama di daerah lintang menengah itu juga terjadi akibat dari perubahan iklim ini," kata Fachri dalam Forum Diskusi Denpasar 12 secara darigng, Rabu (26/11).

Fachri mengatakan dalam hasil riset World Climate Research Program, bahwa pada 2023-2024 terjadi lompatan kenaikan suhu, kemudian increasing extreme weather akibat adanya perubahan iklim.

"Es abadi kita di Gunung Jayawijaya, Papua Pegunungan, juga terus berkurang, karena suhu semakin meningkat terus dengan laju penurunan volumenya sekitar 0,07 km persegi per tahun sejak tahun 2016," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengungkapkan bahwa Indonesia ke depan memiliki 13 jenis bencana risiko yang bisa terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari ancaman yang sedang hingga tinggi.

"Jadi tadi disebutkan bahwa wilayahnya indah, tapi memang di baliknya ada ancaman bencana yang tentunya kita perlu siap, perlu siap mengantisipasi, kemudian juga siap merespon jika terjadi bencana, tentunya siap pulih kembali," jelasnya.

Agus mengatakan dengan dipetakan risiko bencana tersebut maka pemerintah dan masyarakat bisa meminimalisir terjadinya korban bencana hingga menjadi bangsa yang tangguh bencana. 

"Artinya bangsa yang siap mengantisipasi, mencegah, siap-siap jika terjadi bencana, dan saat terjadi bencana kita siap respons dengan cepat, kemudian kita bisa pulih kembali," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya