Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Badan Gizi Nasional (SPPI BGN) Sumatera Barat, Rahmad Ikhsan menyebut, saat ini terdapat 133 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh kabupaten/kota.
Namun, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat sebagian besar titik layanan bekerja melampaui kapasitas. “Secara umum, kapasitas layanan kita sudah penuh, bahkan overload di sejumlah titik,” ujar Rahmad, Senin (24/11).
Rahmad mengungkapkan, meskipun seluruh SPPG telah tersedia, namun implementasinya masih dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Hingga kini, total 621.948 penerima manfaat telah mendapatkan layanan program tersebut. Capaian tersebut, kata Rahmad, menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat sekaligus komitmen pemerintah memperluas akses layanan gizi.
Ia menekankan bahwa Program MBG pada tahap ini bersifat universal, menjangkau seluruh kelompok masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat sesuai regulasi. “Tidak ada pembatasan kelompok tertentu. Semua penerima manfaat yang memenuhi ketentuan kita layani secara merata, karena tujuan utama MBG adalah memastikan akses layanan gizi yang inklusif,” jelasnya.
Ia juga menyoroti solidnya koordinasi lintas sektor di Sumbar, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, sektor kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan UMKM. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi program.
“Dukungan anggaran dari daerah sangat membantu. Ini memungkinkan SPPG bisa dibangun, diperluas, dan dioperasikan lebih optimal,” kata Rahmad.
Selain dukungan pemerintah, partisipasi aktif masyarakat memegang peran besar dalam memastikan efektivitas program. “Masyarakat turut mengawasi dan memberi masukan. Ini krusial agar program tepat sasaran, dan kami melihat tingkat keterlibatan warga di Sumbar sangat positif,” sambung Rahmad.
Pandangan tersebut juga sejalan dengan sejumlah anggota legislatif yang menilai keberhasilan MBG di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat, sangat ditentukan oleh kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
Dengan kebutuhan layanan yang terus meningkat serta kapasitas yang mulai tertekan, Rahmad berharap sinergi lintas sektor semakin diperkuat agar SPPG dapat menjangkau lebih banyak warga. “Kita ingin layanan ini tidak hanya luas cakupannya, tapi juga berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (H-2)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar menekankan pentingnya tidak terlalu memaksakan diri atau ngoyo dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi kembali diluncurkan hari ini di sekolah-sekolah pada 2026.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa di awal tahun ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai 19.800 unit.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved