Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Permintaan MBG di Sumbar Melonjak, BGN Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Yose Hendra
25/11/2025 07:37
Permintaan MBG di Sumbar Melonjak, BGN Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Ilustrasi(ANTARA)

KEPALA Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Badan Gizi Nasional (SPPI BGN) Sumatera Barat, Rahmad Ikhsan menyebut, saat ini terdapat 133 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh kabupaten/kota. 

Namun, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat sebagian besar titik layanan bekerja melampaui kapasitas. “Secara umum, kapasitas layanan kita sudah penuh, bahkan overload di sejumlah titik,” ujar Rahmad, Senin (24/11). 

Rahmad mengungkapkan, meskipun seluruh SPPG telah tersedia, namun implementasinya masih dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

Hingga kini, total 621.948 penerima manfaat telah mendapatkan layanan program tersebut. Capaian tersebut, kata Rahmad, menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat sekaligus komitmen pemerintah memperluas akses layanan gizi.

Ia menekankan bahwa Program MBG pada tahap ini bersifat universal, menjangkau seluruh kelompok masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat sesuai regulasi. “Tidak ada pembatasan kelompok tertentu. Semua penerima manfaat yang memenuhi ketentuan kita layani secara merata, karena tujuan utama MBG adalah memastikan akses layanan gizi yang inklusif,” jelasnya.

Ia juga menyoroti solidnya koordinasi lintas sektor di Sumbar, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, sektor kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan UMKM. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi program.

“Dukungan anggaran dari daerah sangat membantu. Ini memungkinkan SPPG bisa dibangun, diperluas, dan dioperasikan lebih optimal,” kata Rahmad.

Selain dukungan pemerintah, partisipasi aktif masyarakat memegang peran besar dalam memastikan efektivitas program. “Masyarakat turut mengawasi dan memberi masukan. Ini krusial agar program tepat sasaran, dan kami melihat tingkat keterlibatan warga di Sumbar sangat positif,” sambung Rahmad.

Pandangan tersebut juga sejalan dengan sejumlah anggota legislatif yang menilai keberhasilan MBG di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat, sangat ditentukan oleh kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

Dengan kebutuhan layanan yang terus meningkat serta kapasitas yang mulai tertekan, Rahmad berharap sinergi lintas sektor semakin diperkuat agar SPPG dapat menjangkau lebih banyak warga. “Kita ingin layanan ini tidak hanya luas cakupannya, tapi juga berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya