Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYAMBUT Hari Guru Nasional 2025, pengamat pendidikan sekaligus Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE), Totok Amin Soefijanto, mengatakan bahwa guru saat ini menjadi profesi yang sulit, karena sendiri dalam menghadapi tekanan tiada henti dalam menjalankan tugasnya.
“Salah satunya seperti orangtua ada yang over protective sama anaknya sehingga tidak boleh tersenggol sedikit saja dalam proses belajar,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Senin (24/11).
Di sisi lain, menurutnya dinas dan kementerian yang sudah berusaha menjaga guru juga berada dalam tekanan politik yang besar dari segala penjuru.
“Alhasil, guru pasrah kepada rutinitas dalam mendidik siswa, cari selamat dan yang rugi kita semua, karena ada guru yang apatis seperti itu,” ujar Totok.
Menurutnya, ke depan harus ada mekanisme pengembangan profesi yang berkelanjutan untuk pada guru, baik dari sisi kompetensi, kesejahteraan, dan perlindungan hukum.
“Sejahtera tidak selalu berarti uang, bisa juga jaminan kesehatan, kehormatan, dan kewibawaan profesinya,” pungkasnya. (H-3)
HARI Guru Nasional tahun ini tidak benar-benar berakhir pada seremoni dan ucapan terima kasih.
Menag juga menyoroti kebijakan strategis bagi guru, termasuk kenaikan capaian PPG hingga 700% dan perluasan dukungan bagi guru nonformal seperti guru ngaji.
PGRI mendesak pemerintah dan DPR untuk memasukkan Perlindungan Guru secara eksplisit dalam rancangan peraturan perundang-undangan.
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan pentingnya ketegasan guru dalam mendidik siswa, terutama ketika menghadapi murid yang nakal atau bersikap kurang ajar.
Penghasilannya sebagai guru swasta hanya Rp300.000 per tiga bulan, jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
GURU bertanggung jawab untuk membangun jiwa dan raga para peserta didik yang dididiknya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved