Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi selama puncak musim hujan. Ancaman banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi di sejumlah wilayah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menekankan pentingnya langkah-langkah kesiapsiagaan, mulai dari memangkas pohon yang rapuh, memeriksa kekuatan bangunan, hingga menyiapkan tas siaga untuk kebutuhan tiga hari. Ia juga meminta masyarakat menyimpan dokumen penting di tempat aman dan rutin memantau prakiraan cuaca dari sumber terpercaya.
“Jika terjadi hujan berintensitas tinggi selama lebih dari satu jam, masyarakat hendaknya bersiap melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya, Senin. (24/11).
Dalam periode Minggu hingga Senin (23–24 November 2025) pukul 07.00 WIB, BNPB mencatat sejumlah peristiwa bencana yang dipicu hujan lebat di berbagai daerah.
Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, pada Minggu (23/11). Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan debit air beberapa sungai meluap dan menimbulkan banjir di 21 nagari dan delapan kecamatan, termasuk Lubuak Aluang, Batang Anai, Sintuak Toboh Gadang, Ulakan Tapakih, 2x11 Anam Lingkuang, Anam Lingkuang, Nan Sabaris, dan V Koto.
Sebanyak 3.076 rumah terendam dan dua rumah rusak. Selain itu, 138 hektare lahan pertanian dan 26 hektare kebun terendam. Dua akses jalan, dua jembatan, satu bendungan, dua saluran irigasi, dan satu sekolah dasar ikut terdampak. BPBD Padang Pariaman mencatat 3.076 KK atau 9.228 jiwa terdampak, dengan 258 warga mengungsi ke sejumlah titik seperti halaman musala dan rumah warga. Hingga Senin (24/11), hujan masih turun dan tinggi muka air kembali naik hingga 30–150 sentimeter.
Sehari sebelumnya, Sabtu (22/11), banjir juga melanda Kabupaten Agam, Sumatra Barat, akibat hujan berintensitas tinggi dan pendangkalan sungai. Tiga kecamatan terdampak yakni Tanjung Raya, Banuhampu, dan Palupuah. Sebanyak 40 KK terdampak, sementara sembilan warga yang sempat terjebak banjir berhasil dievakuasi.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 33 rumah rusak, 8 hektare sawah terdampak, tiga kolam renang dan tiga saung rusak, satu kafe terdampak, tiga akses jalan terputus, serta gangguan akses air bersih. BPBD Agam melakukan asesmen cepat dan koordinasi dengan aparat setempat untuk penanganan lanjutan.
Dari Kabupaten Subang, Jawa Barat, dilaporkan hujan deras disertai angin kencang merusak sejumlah rumah di Desa Muara dan Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Blanakan, pada Jumat (21/11). Sebanyak lima rumah rusak sedang dan 17 rumah rusak ringan, dengan total 22 KK terdampak. BPBD Subang langsung melakukan asesmen dan penanganan di lokasi. (H-2)
BMKG rilis peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia akibat pengaruh eks-siklon tropis Nuri. Cek daftar wilayahnya.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
BALAI Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III mengeluarkan peringatan dini potensi peningkatan air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Bali.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG peringatkan gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sumatera Utara 18–20 Feb 2026. Nelayan diminta waspada terhadap keselamatan pelayaran.
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
BMKG Samarinda mengeluarkan peringatan dini potensi banjir dan longsor di Kalimantan Timur (Kaltim) periode 11-20 Maret 2026 akibat curah hujan tinggi.
Pemprov Kalsel saat ini sedang menyusun sistem pengelolaan CSR terintegrasi melalui sebuah aplikasi digital
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Banyak orang, baik penyintas maupun relawan, cenderung mengabaikan kondisi mental mereka sendiri karena fokus utama tersita untuk menolong keluarga atau memenuhi kebutuhan dasar.
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan mitigasi mandiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved