Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Kenali Aritmia Jantung Periksa Denyut Nadi secara Rutin

Media Indonesia
20/11/2025 13:51
Kenali Aritmia Jantung Periksa Denyut Nadi secara Rutin
(MI/HO)

PULSE Day merupakan kampanye global yang diperingati setiap 1 Maret sebagai pengingat bahwa satu dari tiga orang berisiko mengalami aritmia jantung yang signifikan dalam hidupnya. Kampanye ini mendorong masyarakat dunia untuk mampu mengenali dan memeriksa denyut nadi secara rutin. 

Cara mengecek denyut jantung yaitu dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di pergelangan tangan atau leher. Hitung denyutnya selama 30 detik dan kalikan 2 untuk mendapatkan denyut per menit. Denyut normal berada di kisaran 60 hingga 100 detak per menit. 

Kampanye Pulse Day tahun ini (Pulse Day 2026) akan berfokus pada peningkatan kesadaran terhadap atrial fibrillation (AF) atau fibrilasi atrium, salah satu jenis aritmia paling umum yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan masyarakat global. Di kawasan Asia-Pasifik, yang menjadi rumah bagi lebih dari separuh populasi dunia, angka kejadian AF terus meningkat. Meski kemajuan teknologi kesehatan semakin pesat, masih terdapat ketimpangan besar dalam akses terhadap layanan aritmia yang komprehensif. 

"AF diketahui dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat dan gagal jantung hingga tiga kali lipat. Namun banyak kasus yang belum terdiagnosis, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya. Melalui edukasi publik dan kegiatan komunitas, APHRS ingin menjadikan kebiasaan memeriksa denyut nadi sebagai langkah universal yang sederhana tetapi efektif untuk deteksi dini AF, sehingga komplikasi yang dapat dicegah tidak berujung fatal," papar Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, Head of Pulse Day Task Force, Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), Rabu (19/11). 

Beban penyakit kardiovaskular dan aritmia di kawasan Asia-Pasifik terus meningkat. Meskipun kemajuan dalam bidang kesehatan dan teknologi cukup pesat, akses terhadap layanan aritmia masih sangat tidak merata. Berdasarkan APHRS White Book 2023, jumlah tindakan penyelamatan jiwa seperti kateter ablasi dan implantable cardioverter-defibrillator (ICD) di beberapa negara masih ratusan kali lebih rendah dibandingkan negara maju. Kondisi ini menjadi sinyal penting bahwa dibutuhkan strategi bersama dan kebijakan kesehatan berkelanjutan untuk menutup kesenjangan tersebut.

Selama ini, jelas Dicky, APHRS berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas layanan aritmia melalui program pelatihan regional, pertukaran riset, dan program fellowship. Namun APHRS menyadari bahwa pemerataan layanan hanya dapat dicapai melalui reformasi kebijakan yang berkelanjutan, perluasan tenaga medis terlatih, serta peningkatan akses terhadap teknologi pengobatan terkini. 

Selain itu, melihat perkembang teknologi juga membuka peluang baru dalam deteksi aritmia. Perangkat wearable dan aplikasi kesehatan dengan fitur monitoring denyut nadi kini semakin banyak digunakan masyarakat. Alat-alat ini dapat membantu mendeteksi kelainan irama jantung lebih dini dan mendorong konsultasi medis yang lebih cepat serta bisa menjadi pelengkap untuk memonitor detak jantung pada kegiatan olah raga, salah satunya seperti olahraga lari.  

"Namun demikian, APHRS menegaskan bahwa pemeriksaan profesional tetap paling penting. Dalam semangat kampanye Pulse Day, APHRS terus mengingatkan bahwa memeriksa denyut nadi secara manual adalah langkah sederhana tetapi sangat efektif untuk mendeteksi kelainan irama jantung sejak dini,” tegas dr. Dicky. 

Karena itu, APHRS meluncurkan Yokohama Fun Run 2025 sebagai pembuka rangkaian kegiatan Road to Pulse Day 2026. Ini menjadi bagian dari rangkaian APHRS Annual Scientific Sessions yang akan diadakan sepanjang 12-15 November 2025

Yokohama Fun Run 2025 diselenggarakan APHRS bekerja sama dengan Japanese Heart Rhythm Society (JHRS). Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kesadaran akan kesehatan jantung dapat tumbuh melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya