Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Waspadai Gangguan Irama Jantung yang tidak Bergejala

Wisnu Arto Subari
19/11/2025 18:46
Waspadai Gangguan Irama Jantung yang tidak Bergejala
(MI)

ATRIAL fibrillation adalah gangguan irama jantung yang sering tidak bergejala tetapi berisiko tinggi menyebabkan stroke. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari gangguan irama jantung tersebut. 

"Tidak semua yang merasa berdebar itu gangguan irama jantung dan tidak semua gangguan irama jantung terasa berdebar," ujar dr. Simon Salim, konsultan elektrofisiologi/terapi alat dan kardiologi intervensi dari Brawijaya Hospital, dalam keterangan resmi, Selasa (18/11). Ia menyampaikan itu dalam Cardiac Forum Jakarta 2025 Symposium. 

Gangguan irama jantung paling banyak terjadi pada individu berusia di atas 40 tahun dan dapat disebabkan oleh faktor usia, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, kurang olahraga, dan konsumsi alkohol. Risiko paling fatal ialah stroke. 

Menurut Simon, atrial fibrillation meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol meski bersifat kronis. 

"Dulu pasien berpikir ablasi harus ke luar negeri. Padahal alat dan prosedurnya sama persis di Indonesia dan dokter-dokternya pun sudah training di luar negeri," tambahnya.

Simon juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap irama jantung melalui cara sederhana seperti meraba nadi atau menggunakan smartwatch yang kini mampu mendeteksi aritmia. Bila keluhan tidak menetap, pasien dapat menggunakan alat EKG 24 jam yang dibawa pulang untuk melihat detik yang sama antara keluhan dan irama jantung. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya