Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KRITIK terhadap skema pendanaan iklim global kembali mencuat di tengah pelaksanaan Conference of the Parties COP30 Brasil. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai negara-negara maju belum menunjukkan komitmen nyata dalam membantu negara berkembang menangani krisis iklim. Sebaliknya, pola pendanaan yang berjalan dinilai justru memperbesar beban utang.
“Selama ini komitmen pendanaan itu banyak yang melenceng. Negara maju hanya memberi akses, bukan pendanaan. Padahal beberapa negara berkembang ruang fiskalnya sangat terbatas,” ujar Bhima dalam agenda bertajuk Utang Ekologis dan Keadilan Pendanaan Iklim, Selasa (18/11).
Ia menjelaskan bahwa negara maju seharusnya memenuhi tanggung jawab historis terhadap kerusakan lingkungan sejak revolusi industri. “Mereka memiliki dosa iklim yang harus ditebus atau dibayar,” katanya.
Tidak sedikit negara maju yang disebut memanfaatkan isu krisis iklim untuk memperoleh keuntungan finansial. “Begitu ada isu perubahan iklim, banyak negara maju yang programnya justru mencari profit. Salah satu yang paling pasti adalah membeli utang negara berkembang dengan imbal hasil tinggi,” ujarnya.
Temuan itu senada dengan laporan internasional yang menunjukkan praktik recycle finance, yakni hibah yang diberikan dengan syarat penggunaan teknologi dan konsultan dari negara donor. “Seolah mereka memberi, tetapi uangnya kembali dinikmati lembaga-lembaga di negara maju,” ucapnya.
Mekanisme pasar karbon juga menjadi sorotan. Ia menilai skema tersebut masih menyisakan kontradiksi. “Pasar karbon ini problematis karena memberi ruang bagi pencemar untuk terus mencemari tanpa melakukan perubahan nyata dalam dirinya,” katanya.
Dalam konteks hukum internasional, ia menyebut adanya perkembangan penting. International Court of Justice (ICJ) mengeluarkan opini yang menegaskan bahwa negara yang terbukti merusak lingkungan wajib melakukan reparasi. “Dasarnya makin kuat. Kita bisa menagih utang iklim melalui opini ICJ,” ujarnya.
Dorongan agar Indonesia mengambil sikap lebih tegas juga menguat, termasuk melalui renegosiasi dan penghapusan sebagian utang. “Utang ekologis negara maju harusnya dibayar, bukan justru menambah beban utang negara berkembang,” katanya.
Ia juga menyinggung hubungan dengan mitra-mitra utama Indonesia, termasuk Jepang dan Tiongkok. “Jepang tidak merasa punya utang ekologis, padahal masih mendanai proyek-proyek yang menambah krisis iklim. Begitu juga investasi ekstraktif dalam kerangka Belt and Road Initiative yang meninggalkan kerusakan besar,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah perlu berani menggunakan basis ilmiah dan hukum internasional untuk menagih kerugian ekologis tersebut.
“Kita butuh keberanian politik. Kalau tidak ditekan, negara maju tidak akan mengubah cara pandangnya, apalagi membayar utang ekologis secara layak,” pungkas Bhima. (H-3)
"Tagih utang iklim kepada negara maju. Bukan dagang karbon. Karena negara-negara maju punya utang iklim, mereka sudah pakai fosil duluan,"
KOREA Selatan memiliki persoalan pada negara yang cukup serius yaitu mengenai jumlah populasi warganya. Jumlah penduduk Korsel mengalami penyusutan tajam akibat menurunnya angka kelahiran
Peran pemerintah daerah sangat krusial untuk mendukung pencapaian Indonesia menjadi negara maju. Optimalisasi peranan daerah dapat mempercepat Indonesia keluar dari middle income trap.
Jejak emisi yang ditinggalkan negara maju juga dipandang belum sejalan dengan komitmen yang disampaikan
Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya peluang Indonesia menuju negara maju, namun juga mengingatkan akan tantangan besar di bidang kesehatan.
Penemuan batu granit merah muda di Antartika mengungkap massa raksasa tersembunyi di bawah es. Temuan ini memberi petunjuk penting tentang pergerakan gletser dan kenaikan permukaan laut.
Amerika Serikat bagian barat daya dilanda gelombang panas prematur yang memecahkan rekor. Phoenix hingga California siaga suhu ekstrem di pertengahan Maret.
Studi terbaru mengungkap suhu panas ekstrem kini membatasi aktivitas fisik manusia, terutama lansia. Simak wilayah yang paling terdampak dan risiko kesehatan yang mengintai.
Penelitian terbaru menunjukkan jamur patogen seperti Aspergillus berpotensi menyebar lebih luas akibat perubahan iklim dan resistensi obat, meningkatkan risiko infeksi pada manusia.
Ekspedisi CEFAS mengungkap rahasia laut dalam Karibia. Ditemukan gunung bawah laut, "blue hole" raksasa, hingga terumbu karang purba yang tak tersentuh perubahan iklim.
Penelitian terbaru di jurnal Nature mengungkap fakta mengejutkan. Serangga di wilayah tropis, termasuk Amazon, terancam punah karena tidak mampu beradaptasi dengan kenaikan suhu ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved