Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Penerapan Label Tinggi Gula Penting untuk Pengendalian Diabetes

Akmal Fauzi
14/11/2025 21:28
Penerapan Label Tinggi Gula Penting untuk Pengendalian Diabetes
Aksi terkait bahaya konsumsi minuman dan makanan tinggi gula(Istimewa)

KETUA Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia, Ari Subagyo Wibowo, memberi dukungan terhadap rencana Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang akan mengkaji penerapan label peringatan 'Tinggi Gula' pada minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). 

Ari mengatakan, kebijakan ini semakin mendesak di tengah konsumsi gula masyarakat yang terus melonjak dari tahun ke tahun.

Ia menambahkan, ‎Fakta Indonesia bersama Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) sebelumnya melakukan survei terhadap 117 responden pasien gagal ginjal. Hasilnya, mayoritas pasien mengidap Diabetes Melitus Tipe 2 yang salah satunya dipicu konsumsi gula berlebih dari MBDK.

Kemudian, berdasarkan ‎Data International Diabetes Federation (IDF) 2024 memproyeksikan jumlah penderita diabetes di Indonesia bakal menembus 20,4 juta jiwa, menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia. 

Sementara konsumsi gula nasional periode 2024-2025 mencapai 7,6 juta ton, termasuk tertinggi secara global. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023 juga mencatat 67,21 persen masyarakat mengonsumsi MBDK.

‎"Sesuai pernyataan Menteri Koordinasi Bidang Pangan tersebut, kami mendorong agar label peringatan Tinggi Gula pada MBDK segera dikaji dan dapat segera diterapkan untuk melindungi hak atas kesehatan masyarakat demi Generasi Emas," kata Ari, dalam keterangan yang diterima, Jumat (14/11).

‎Ari menilai, kebijakan label Tinggi Gula penting diterapkan karena sudah menjadi standar efektif di berbagai negara seperti Meksiko, Peru, Chile, Argentina, Uruguay, Brasil, Kolombia, Kanada, dan Venezuela. 

"Label ini dinilai mampu memberi peringatan visual yang jelas dan membantu konsumen cepat mengenali produk tinggi gula," tegasnya.

‎Ari memastikan, penerapan label ini terbukti efektif di sejumlah negara seperti Amerika Latin, Kenya, dan Afrika Selatan karena mudah dipahami dan mendorong konsumen membuat pilihan yang lebih sehat. 

"Sudah saatnya pemerintah Republik Indonesia memberikan perlindungan penuh warganya dari MBDK. Sebab, biaya kesehatan penyakit Diabetes sebagai penyakit tidak menular (PTM) juga tidak sedikit," pungkas Ari. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya