Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat masih banyak rumah sakit daerah yang belum memenuhi ketersediaan tujuh dokter spesialis dasar. Saat ini, baru sekitar 74 persen dari total 614 rumah sakit kabupaten dan kota di bawah pemerintah yang telah memiliki tujuh spesialis tersebut.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, mengungkapkan bahwa pemenuhan tujuh spesialis dasar itu menjadi indikator penting dalam pelayanan kesehatan dasar di rumah sakit.
"Kondisi SDM saat ini, dari 614 rumah sakit kabupaten/kota milik pemerintah, baru sekitar 74 persen yang sudah mempunyai tujuh spesialis dasar," kata Azhar dalam rapat panja JKN Komisi IX DPR RI, Kamis (13/11).
Tujuh dokter spesialis dasar yang dimaksud meliputi spesialis radiologi, anestesi, patologi klinik, bedah, anak, obstetri dan ginekologi (obgyn), serta penyakit dalam.
Menurut Azhar, pihaknya telah melakukan pemetaan kebutuhan di seluruh kabupaten dan kota untuk mengetahui daerah mana saja yang masih kekurangan tenaga spesialis.
“Kami sudah melakukan memetakan daerah mana saja yang kurang. Untuk radiologi dari 514 kabupaten/kota masih kurang 132 dokter lagi. Spesialis anestesi kurang 106 dokter spesialis, patologi klinik kurang 110 dokter spesialis, dokter spesialis bedah kurang 74 orang, dokter spesialis anak kurang 69 orang, dokter spesialis obgyn kurang 76 orang, dan dokter spesialis penyakit dalam kurang 60 orang,” urainya.
Azhar menegaskan bahwa ketujuh spesialis dasar tersebut merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan minimal yang harus tersedia di setiap rumah sakit daerah.
“Inilah yang sebenarnya menjadi tulang punggung daripada pelayanan minimal yang memang harus ada di rumah sakit. Kita masih kekurangan SDM untuk tujuh spesialis dasar ini,” tegasnya.
Kemenkes berkomitmen untuk terus memperkuat pemerataan tenaga kesehatan di daerah melalui berbagai skema penugasan dan kerja sama lintas lembaga, agar seluruh masyarakat Indonesia dapat memperoleh layanan kesehatan yang setara. (Iam/M-3)
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan obat herbal bisa mencegah atau mengobati penyakit Tuberkulosis (Tb).
Kemenkes menegaskan pengobatan Aktivis KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras gratis di RSCM
Kemenkes ingatkan potensi penularan campak saat mudik Lebaran. Simak imbauan vaksinasi dan tips cegah penularan campak saat berlibur bersama keluarga!
Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kasus kematian.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Pada Januari, cakupan UHC berada di angka 98,03%. Dalam waktu satu bulan, terjadi peningkatan lebih dari satu persen hingga menembus 99,11%
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
KOLABORASI lintas negara dalam hal peningkatan layanan kesehatan dinilai sebagai hal yang penting untuk mendukung ekosistem kesehatan global.
KETUA Umum PB IDI Slamet Budiarto, menilai masih banyaknya masyarakat yang lebih memilih berobat di luar negeri karena masih lemahnya sistem kesehatan di Tanah Air.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
BENCANA banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat benar-benar membawa luka mendalam dan dampak pada berbagai sisi kehidupan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved