Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Perayaan 40 Tahun Persahabatan Kyoto–Yogyakarta Angkat Diplomasi Budaya Lewat Kuliner dan Inovasi

Basuki Eka Purnama
07/11/2025 21:51
Perayaan 40 Tahun Persahabatan Kyoto–Yogyakarta Angkat Diplomasi Budaya Lewat Kuliner dan Inovasi
Diplomasi budaya melalui kolaborasi seni, kuliner, dan pengembangan kreativitas lintas negara antara Kyoto dan Yogyakarta(MI/HO)

HUBUNGAN sister province antara Kyoto dan Yogyakarta, yang telah terjalin selama empat dekade, dirayakan melalui sejumlah program budaya yang menyoroti persahabatan kedua daerah. Tahun ini, perayaan difokuskan pada upaya memperkuat diplomasi budaya melalui kolaborasi seni, kuliner, dan pengembangan kreativitas lintas negara.

Salah satu unsur yang mendapat perhatian adalah hadirnya inovasi kuliner Indonesia yang memadukan unsur lokal dan Jepang. 

Dalam kesempatan ini, Bakpia Kukus Tugu Jogja turut diundang untuk mewakili kreativitas industri oleh-oleh modern Indonesia melalui peluncuran Bakpia Kukus Matcha Jepang x Doraemon, kolaborasi rasa yang menyatukan kelembutan bakpia kukus dengan karakter matcha khas Kyoto. Varian ini juga dikemas secara eksklusif dengan desain Doraemon, karakter ikonik Jepang.

Marketing Director Bakpia Kukus Tugu Jogja, Nanang Siswanto, menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan simbol komitmen brand untuk terus mengembangkan inovasi tanpa meninggalkan akar budaya.

“Sebagai brand oleh-oleh asal Yogyakarta, kami bangga menjadi bagian dari momentum 40 tahun hubungan Kyoto–Yogyakarta. Melalui inovasi Bakpia Kukus Tugu Jogja varian Matcha, kami ingin menunjukkan bahwa kuliner juga bisa menjadi jembatan budaya yang dapat menghubungkan tradisi, inovasi, dan persahabatan antara dua kota yang memiliki jiwa yang sama, yaitu menjaga warisan, dan menghidupkan semangat kolaborasi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Hadirnya varian matcha ini membawa filosofi teh hijau Kyoto yang identik dengan ketenangan dan kesempurnaan ke dalam cita rasa bakpia kukus khas nusantara. Perpaduan tersebut menghadirkan pengalaman kuliner yang merepresentasikan harmonisasi dua budaya dalam satu produk.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengapresiasi kolaborasi ini dan menyebutnya sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat co-branding produk budaya lokal.

“Kami sangat mendukung kolaborasi ini. Hal ini selaras dengan semangat Pemerintah Daerah DIY yang sudah cukup lama mengupayakan kolaborasi semacam ini melalui Peraturan Gubernur (Pergub) DIY nomor 72 tahun 2024. Pergub tersebut berkaitan dengan co-branding untuk memperkuat dukungan terhadap pengusaha yang objek usahanya terinspirasi dari Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Yogyakarta. Di dalamnya dikenal dengan branding 100 persen Jogja, Jogja Mart, dan Jogja Tradition. Branding ini dapat disematkan pada produk yang terinspirasi dari Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Yogyakarta, seperti Bakpia Kukus Tugu Jogja ini,” papar Dian.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi pada perayaan ini membuka ruang lebih luas untuk memperkenalkan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia kepada audiens internasional.

Partisipasi kuliner dalam perayaan ini juga memperkuat peran gastro diplomacy dalam hubungan antarnegara. Melalui sentuhan rasa yang menyatukan Indonesia dan Jepang, inisiatif ini menunjukkan bahwa makanan dapat menjadi bahasa universal yang mempererat hubungan masyarakat lintas budaya.

Bakpia Kukus Tugu Jogja berharap inovasi ini dapat memperluas eksposur kuliner kreatif Indonesia di kancah internasional, sekaligus menunjukkan bahwa transformasi industri oleh-oleh dapat dilakukan tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya