Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERLIBATAN mahasiswa dalam membangun desa dibutuhkan untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan masyarakat desa.
Salah satunya dilakukan melalui inovasi berkelanjutan yang memadukan teknologi tepat guna dengan pengembangan potensi digital masyarakat pedesaan.
“BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) UMB (Universitas Mercu Buana) berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat desa, tapi juga meningkatkan kemampuan mahasiswa, serta berdampak langsung terhadap lingkungan,” ujar Raja Gifari, perwakilan mahasiswa BEM Fakultas Ilmu Komunikasi UMB dalam program BEM Berdampak di Desa Bojongmenteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (4/11).
Raja berharap lewat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat desa.
Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi UMB Irmulansati Tomohardjo mengatakan program BEM Berdampak tersebut berfokus pada pengelolaan sampah plastik menggunakan reaktor mini dan peningkatan kapasitas warga dalam pengelolaan produk digital kreatif.
Kegiatan ini bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp120 juta. Selain Irmulansati, juga melibatkan dosen lain yakni Hadi Pranoto (Teknik Mesin) dan Dewi Sad Tanti (Ilmu Komunikasi).
Irmulansati menyampaikan program yang berlangsung sejak September hingga November 2025 ini menggandeng tiga mitra utama yaitu pemerintah Desa Bojongmenteng, kelompok Attaubah Kampung Mualaf, dan kelompok PKK Cahaya Landeuh.
Sebanyak 20 mahasiswa lintas program studi diterjunkan langsung untuk memberikan pelatihan, simulasi, serta pendampingan dalam pengoperasian dua unit reaktor mini pengolah sampah plastik, satu mesin pencacah, dan satu paket pelatihan tata kelola produk digital.
“Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan reaktor mini sebagai solusi inovatif pengolahan sampah berkelanjutan dan peningkatan nilai ekonomi warga Desa Bojongmenteng,” ujar Irmulansati yang juga ketua tim sekaligus pengusul kegiatan PkM.
Kepala Desa Bojongmenteng Ajat Sudrajat menyambut baik inisiatif tersebut.
“Kami sudah belajar mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar cair. Dari satu kilogram plastik, bisa dihasilkan sekitar 0,95 liter minyak dengan proses pemanasan hingga 370°C selama empat sampai lima jam. Walau capek menunggu, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar motor dan lampu di kampung kami,” jelas Ajat.
Ajat menambahkan program ini juga memberikan manfaat bagi kelompok ibu-ibu desa yang kini aktif menggunakan media sosial untuk memasarkan produk lokal.
“Ibu-ibu senang karena bisa belajar membuat konten dan promosi jualan di medsos. Lucu-lucu tapi semangatnya tinggi, dan hasilnya bisa menambah penghasilan,” katanya. (H-2)
Menggunakan model bisnis Business-to-Consumer (B2C), Sumbu Kakao menyasar UMKM kuliner berbasis arang dan rumah tangga.
Pengakuan pemerintah terhadap berbagai use case teknologi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan arsitektur sistem keuangan nasional.
Begitu juga di jalur penyeberangan laut Daratan Aceh-Pulau Simeulue, penyeberangan Singkil-Pulau Banyak dan Banda Aceh-Sabang.
Puluhan mahasiswa dari Universitas Almuslim turun langsung membantu masyarakat memulihkan sektor pertanian pascabencana banjir Aceh
ajang ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal serta mendorong kontribusi nyata generasi muda Buddhis bagi kedaulatan NKRI.
Tim Labmino merupakan delegasi dari Indonesia yang untuk pertama kali berhasil menembus jajaran Global Ambassador SFT.
Mengusung tema Innovative Solutions From Young Generation for a Sustainable Future, para peserta ditantang memberikan solusi nyata berbasis riset terhadap isu-isu global.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Prof. Nurhayani Saragih mengukuhkan diri sebagai pakar di bidang Komunikasi Digital Antarbudaya, sementara Prof. Augustina Kurniasih mendalami bidang Manajemen Keuangan.
Perempuan bukan sekadar figur pasif dalam sejarah seni, melainkan pusat resonansi estetika dan pemikiran
Kegiatan yang berlangsung selama Oktober hingga November 2025 ini berfokus pada pendampingan intensif bagi UMKM Kripik Pisang Kuryati, sebuah usaha kuliner lokal yang memiliki potensi besar untuk berkembang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved