Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ini Tips Agar Anda Terhindar dari Virus yang Berpotensi Menempel di Baju Hasil Thrifting

Basuki Eka Purnama
05/11/2025 08:48
Ini Tips Agar Anda Terhindar dari Virus yang Berpotensi Menempel di Baju Hasil Thrifting
Ilustrasi--Seorang pembeli membayar pakaian impor bekas di Pasar Higienis Ternate, Maluku Utara.(ANTARA/Andri Saputra)

DOKTER spesialis kulit lulusan Universitas Hassanudin dr. Fransiskus Xaverius Clinton, Sp.DVE membagikan tips agar Anda terhindar dari virus atau bakteri yang banyak menempel pada baju thrifting (baju bekas yang dijual kembali).

"Memakai baju thrifting langsung itu bahaya sekali, apalagi kita langsung pakai dan kita enggak memprosesnya terlebih dulu," kata Clinton, dikutip Rabu (5/11).

Menanggapi fenomena generasi muda yang gemar membeli barang thrifting, Clinton mengatakan bahwa pakaian bekas yang belum dicuci dan ditumpuk begitu saja dapat mengandung virus Molluscum contagiosum, yang tidak diketahui sejak kapan telah bersarang di dalam serat atau bagian baju.

Virus itu diketahui dapat bertahan lebih dari 48 jam. Orang yang terjangkit virus itu akan mengalami bintik-bintik pada kulit, sehingga penderitanya perlu mendapatkan penanganan medis dari tenaga medis.

Oleh karenanya, Clinton menyarankan agar baju yang dibeli segera direndam kurang lebih selama 30 menit terlebih dahulu pada suhu di atas 40 derajat Celcius untuk memastikan virus tersebut mati.

"Bagus lagi jika memakai air mendidih," ujarnya.

Setelahnya, baju dicuci menggunakan detergen agar virus dan bakteri lain yang hinggap dapat dibasmi secara maksimal.

Mencuci baju secepat mungkin akan melindungi kulit, terutama bagi orang-orang yang memiliki tipe kulit sensitif, memiliki riwayat penyakit kulit seperti eksim ataupun orang dengan luka terbuka.

"Untuk yang dihindari sebetulnya, semuanya kita harus menghindari itu. Baik kulit lapisan pelindung, kulit kita bagus atau enggak. Tapi untuk kulit barier yang tidak bagus memang itu lebih rentan untuk terjadinya suatu infeksi," pungkas dia. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik