Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor Sumatra Barat menyisakan satu persoalan yang kerap luput dari perhatian, bantuan pakaian layak pakai yang tidak disentuh penyintas dan akhirnya menumpuk menjadi sampah baru.
Temuan ini disampaikan oleh Kak Iwan, Relawan Psikososial Indonesia CARE, saat terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan di Sumatra Barat pekan lalu. Di salah satu lokasi pengungsian, Iwan menunjukkan tumpukan pakaian layak pakai yang diletakkan di halaman masjid, namun tampak sepi peminat.
“Baju-baju ini niatnya baik, tapi di lapangan banyak yang tidak terpakai. Ukuran tidak sesuai, tidak dibutuhkan saat itu, atau kondisinya tidak mendukung. Akhirnya menumpuk dan berpotensi jadi sampah baru,” ujar Iwan.
Menurut Indonesia CARE, fenomena ini bukan untuk menyalahkan para pemberi bantuan, melainkan menjadi pengingat pentingnya kesesuaian antara bantuan dan kebutuhan nyata penyintas. Dalam kondisi darurat, penyintas lebih membutuhkan logistik yang langsung berdampak pada keberlangsungan hidup dan kesehatan.
Indonesia CARE mengimbau masyarakat untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai atau logistik yang lebih relevan, seperti popok bayi dan lansia, obat-obatan dan perlengkapan medis, bahan pangan pokok, selimut dan perlengkapan tidur, perlengkapan kebersihan dan sanitasi.
“Bantuan yang tepat guna itu jauh lebih bermartabat dan benar-benar membantu penyintas bangkit,” tambah Iwan.
Indonesia CARE menegaskan bahwa penyaluran bantuan berbasis kebutuhan lapangan juga membantu relawan bekerja lebih efektif dan menghindari pemborosan logistik di lokasi bencana.
Terlihat banyak pakaian bekas menumpuk di beberapa titik, bahkan hingga memenuhi teras dan ruangan Kantor Camat Batang Toru. Ironisnya, sebagian besar bantuan tersebut tampak kurang diminati penyintas. Meski kondisinya tergolong masih laik.
Alih-alih sepenuhnya membantu, pakaian bekas yang tak terkelola dengan baik itu dinilai menambah persoalan baru menjadi “limbah” di tengah upaya pembersihan dan pemulihan pascabencana.
Melalui media, Indonesia CARE mengajak publik untuk lebih bijak dan empatik dalam berdonasi, dengan memastikan setiap bantuan benar-benar dibutuhkan, digunakan, dan memberi manfaat nyata bagi penyintas.
Karena dalam situasi bencana, niat baik perlu dibarengi dengan ketepatan, agar tidak berubah menjadi masalah baru. (Ant)
PASCAbanjir bandang di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ruas jalan penghubung Sokasar-Bojong di Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, putus total.
Mobil penjernih air difungsikan mengolah air kotor menjadi air bersih layak konsumsi bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan akses jalan dan jembatan terdampak bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga.
Intensitas hujan yang tinggi dan rusaknya hutan di kaki Gunung Slamet mengakibatkan tiga jembatan hanyut, lima objek wisata dan sungai rusak akibat diterjang banjir bandang
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
Pemkab Brebes bergerak cepat menangani banjir bandang di Bumiayu dengan mengerahkan dua alat berat untuk sodetan sungai akibat cuaca ekstrem.
Suasana pusat Kota Kuala Simpang yang luluh lantak akibat banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved