Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pakaian Bekas Jadi 'Limbah' di Lokasi Bencana Sumatra, Menumpuk di Halaman Masjid

Media Indonesia
30/12/2025 18:55
Pakaian Bekas Jadi 'Limbah' di Lokasi Bencana Sumatra, Menumpuk di Halaman Masjid
Penampakan pakaian bekas yang menumpuk di halama masjid di lokasi bencana Sumatra(Ist)

AKSI kemanusiaan di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor Sumatra Barat menyisakan satu persoalan yang kerap luput dari perhatian, bantuan pakaian layak pakai yang tidak disentuh penyintas dan akhirnya menumpuk menjadi sampah baru.

Temuan ini disampaikan oleh Kak Iwan, Relawan Psikososial Indonesia CARE, saat terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan di Sumatra Barat pekan lalu. Di salah satu lokasi pengungsian, Iwan menunjukkan tumpukan pakaian layak pakai yang diletakkan di halaman masjid, namun tampak sepi peminat.

“Baju-baju ini niatnya baik, tapi di lapangan banyak yang tidak terpakai. Ukuran tidak sesuai, tidak dibutuhkan saat itu, atau kondisinya tidak mendukung. Akhirnya menumpuk dan berpotensi jadi sampah baru,” ujar Iwan.

Menurut Indonesia CARE, fenomena ini bukan untuk menyalahkan para pemberi bantuan, melainkan menjadi pengingat pentingnya kesesuaian antara bantuan dan kebutuhan nyata penyintas. Dalam kondisi darurat, penyintas lebih membutuhkan logistik yang langsung berdampak pada keberlangsungan hidup dan kesehatan.

Indonesia CARE mengimbau masyarakat untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai atau logistik yang lebih relevan, seperti popok bayi dan lansia, obat-obatan dan perlengkapan medis, bahan pangan pokok, selimut dan perlengkapan tidur, perlengkapan kebersihan dan sanitasi.

“Bantuan yang tepat guna itu jauh lebih bermartabat dan benar-benar membantu penyintas bangkit,” tambah Iwan.

Indonesia CARE menegaskan bahwa penyaluran bantuan berbasis kebutuhan lapangan juga membantu relawan bekerja lebih efektif dan menghindari pemborosan logistik di lokasi bencana.

Terlihat banyak pakaian bekas menumpuk di beberapa titik, bahkan hingga memenuhi teras dan ruangan Kantor Camat Batang Toru. Ironisnya, sebagian besar bantuan tersebut tampak kurang diminati penyintas. Meski kondisinya tergolong masih laik.

Alih-alih sepenuhnya membantu, pakaian bekas yang tak terkelola dengan baik itu dinilai menambah persoalan baru menjadi “limbah” di tengah upaya pembersihan dan pemulihan pascabencana.

Melalui media, Indonesia CARE mengajak publik untuk lebih bijak dan empatik dalam berdonasi, dengan memastikan setiap bantuan benar-benar dibutuhkan, digunakan, dan memberi manfaat nyata bagi penyintas.

Karena dalam situasi bencana, niat baik perlu dibarengi dengan ketepatan, agar tidak berubah menjadi masalah baru. (Ant)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya