Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyak orang yang tengah berdiet memilih menghindari karbohidrat demi menurunkan berat badan lebih cepat. Padahal, langkah ekstrem ini justru bisa berdampak buruk bagi tubuh, terutama bagi fungsi otak.
Karbohidrat merupakan sumber utama glukosa, bahan bakar vital bagi otak untuk berpikir dan bekerja optimal. Tanpa pasokan karbohidrat yang cukup, tubuh mungkin terlihat lebih kurus, namun fungsi kognitif bisa menurun karena otak kekurangan energi.
“Karbo itu tetap perlu, teman-teman sekalian. Glukosa yang bisa digunakan otak berasal dari karbo, bukan dari protein,” ujar dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD-KEMD, FINASIM, Board of Wellness Halofit, dalam talk session di GIOI, Menteng, Jakarta Pusat (15/10).
Menurut dr. Waluyo, banyak orang keliru menganggap karbohidrat sebagai penyebab utama berat badan naik. Padahal, bukan karbohidratnya yang salah, melainkan porsi dan cara konsumsinya. Jika dikonsumsi berlebihan, tentu karbohidrat bisa meningkatkan kadar gula darah. Namun dalam takaran yang sesuai kebutuhan, karbohidrat justru berperan penting menjaga energi dan metabolisme tubuh tetap stabil.
“Tidak ada yang namanya diet tanpa karbohidrat. Itu justru diet yang salah,” tegasnya.
Ia menambahkan, waktu makan tidak terlalu berpengaruh terhadap naik-turunnya kadar gula darah. Yang lebih menentukan adalah total asupan karbohidrat sepanjang hari.
Selain pola makan, dr. Waluyo menyoroti pentingnya disiplin dalam gaya hidup sehat. Banyak orang berhasil menurunkan berat badan, namun kembali naik karena tidak konsisten menjaga pola makan dan aktivitas fisik.
“Kalau bisa disiplin menjaga pola hidup, berat badan gak akan gampang naik lagi,” ujarnya.
Kesimpulannya, diet sehat bukan berarti menyingkirkan satu kelompok makanan tertentu. Intinya adalah menyeimbangkan asupan gizi sesuai kebutuhan tubuh. Tujuannya bukan hanya menurunkan berat badan, melainkan menjaga kesehatan jangka panjang dan mencegah penyakit kronis seperti gangguan jantung maupun ginjal. (Z-10)
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Carnivore diet diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat karena tinggi protein dan lemak. Namun, diet ini minim serat dan berisiko bagi kesehatan jantung jika dilakukan jangka panjang.
Kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan bisa menyebabkan tubuh terasa lemas karena kekurangan asupan gizi dan cairan.
Tim peneliti dari Cornell Food and Brand Lab menemukan berat badan sebagian besar orang relatif stabil selama musim panas. Tetapi mulai meningkat ketika liburan akhir tahun.
Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh terutama dalam memasok energi ke otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved