Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Berkat Cawan Group menegaskan komitmen penuh dalam mendukung program transisi energi hijau yang dicanangkan pemerintah. Dukungan ini diwujudkan melalui langkah strategis perseroan untuk mengakselerasi realisasi investasi di sektor energi terbarukan.
Melalui dua anak usaha mereka, PT Berkat Cawan Energi dan PT Berkat Cawan Milenial, perseroan membangun ekosistem energi bersih yang terintegrasi.
“Inisiatif komprehensif ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. Dengan demikian, PT Berkat Cawan Group memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target emisi nol bersih,” ungkap Owner PT Berkat Cawan Group, Albert Junior, Sabtu (5/10).
Fokus pada sektor hulu, PT Berkat Cawan Energi telah merampungkan serangkaian tahapan krusial untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar. Proyek tersebut adalah PLTA Cibuni dengan kapasitas 99 MW di wilayah administratif Sukabumi dan Cianjur serta PLTA Cimandiri berkapasitas 75 MW di Sukabumi, Jawa Barat.
Albert Junior mengatakan pihaknya telah merampungkan serangkaian studi krusial seperti studi kelayakan/feasibility study, studi topografi,studi hidrologi, Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), hingga studi interkonesi jaringan yang mendetail.
Selain itu, perizinan dasar seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), pertimbangan teknis pertanahan, serta dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian ESDM juga telah diperoleh.
“Penyelesaian studi ini menjadi tonggak penting proyek, menandai progres signifikan yang kini memasuki fase pengembangan lebih serius. Seluruh perkembangan proyek juga telah kami sudah upload data melalui sistem Online Single Submission (OSS), situs resmi Kementerian ESDM, serta laporan dalam bentuk Hard Copy ke Menteri ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM,” jelas Albert.
Tidak hanya itu, tutur Albert, perseoran juga memastikan koordinasi di tingkat daerah dengan mengirimkan laporan dalam bentuk hard copy kepada Bupati Sukabumi, Dinas DPMPTSP Sukabumi, Bupati Cianjur, dan Dinas DPMPTSP Cianjur.
Langkah proaktif ini menegaskan keseriusan PT Berkat Cawan Group dalam menjalankan proyek sesuai regulasi yang berlaku.
Di sektor hilir, PT Berkat Cawan Group melalui PT Berkat Cawan Milenial berkomitmen penuh mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 7.000 titik di seluruh Indonesia.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Berkat Cawan Milenial telah menyiapkan produk stasiun pengisian EV Charger bermerk STARCHARGE yang telah melalui uji standar menyeluruh.
Seluruh perangkat telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan uji kompatibilitas dari Icon+ PLN, menjamin kualitas dan keamanan tertinggi. Varian kapasitas yang disiapkan sangat beragam, mulai dari 60 kw, 80 kW, 120 kW, 180 kW, 200 kW, hingga 260 kW, yang mampu melayani pengisian daya untuk mobil penumpang hingga kendaraan berat seperti bus listrik dan truk listrik.
Konsep terintegrasi dari hulu (pembangkit listrik melalui PLTA) ke hilir (distribusi energi melalui SPKLU) dirancang untuk menciptakan sebuah siklus energi hijau yang utuh.
Hal ini tidak hanya mendukung program Go Green Energy pemerintah, tetapi juga memastikan pasokan Listrik untuk kendaraan berasal dari sumber bersih dan terbarukan.
“Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung program Go Green Energy sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan transportasi dan energi hijau yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Albert. (Z-1)
Wacana penghentian insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berpotensi menghambat laju transisi energi nasional.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merefleksikan dinamika isu energi nasional dan global sepanjang tahun 2025, sekaligus membahas arah kebijakan energi nasional pada tahun 2026.
Pertamina NRE kembali menunjukkan langkah strategisnya dalam transisi energi nasional dengan menandatangani nota kesepahaman bersama perusahaan Tiongkok.
Dukungan pembiayaan yang tepat, inklusif, dan berkelanjutan akan memastikan bahwa transisi energi tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga adil dan memberikan manfaat.
Selama kesenjangan antara narasi diplomasi iklim dan implementasi kebijakan dalam negeri tetap terbentang lebar, komitmen emisi net-zero 2060 akan terus menjadi tantangan besar.
Pemerintah memproyeksikan tambahan kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) akan tumbuh 2,5% hingga 3,2% per tahun.
Langkah ini merupakan keberlanjutan dari upaya legislasi yang telah diinisiasi pada periode sebelumnya.
Kesadaran hukum masyarakat memiliki dua dimensi utama, yakni afektif dan kognitif. Pada dimensi afektif, kepatuhan hukum lahir dari keyakinan bahwa hukum mengandung nilai kebenaran.
Yusril berpandangan pilkada tidak langsung melalui DPRD justru selaras dengan falsafah kedaulatan rakyat, sebagaimana dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
Pemilu tidak semata-mata soal menang atau kalahnya partai politik, melainkan juga menentukan sistem kehidupan berbangsa, termasuk arah kebijakan ekonomi nasional.
Mendagri mengatakan telah mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian dan menyaksikan secara langsung kondisi warga yang memprihatinkan, terutama terkait kebutuhan sandang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved