Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Lingkungan yang basah dan bersuhu rendah selama musim hujan, menjadi tempat yang ideal bagi virus dan bakteri, penyebab penyakit untuk berkembang. Selain itu, kondisi musim hujan juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga risiko infeksi meningkat. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui cara menjaga kesehatan selama musim hujan.
Selain itu, hujan deras yang sering terjadi di beberapa wilayah Indonesia kerap disertai banjir. Banjir ini dapat menjadi sarana penyebaran virus dan bakteri dengan lebih cepat. Tanpa menjaga daya tahan tubuh dengan baik selama musim hujan, risiko terserang penyakit pun meningkat.
Berikut ini adalah beberapa tips lengkap untuk menjaga kesehatan selama musim hujan.
Tips pertama untuk menjaga kesehatan di musim hujan adalah, mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, sehingga kebutuhan makro dan mikro nutrien tubuh dapat terpenuhi dengan baik. Memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, terbukti membantu sistem kekebalan bekerja secara optimal, sehingga risiko terserang penyakit pun berkurang.
Penyebaran kuman penyebab penyakit umumnya terjadi melalui tangan. Oleh karena itu, disarankan untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum memasak, sebelum dan sesudah makan, serta setelah menggunakan toilet. Apabila tidak tersedia air mengalir dan sabun, Anda juga dapat membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer sebagai alternatif.
Hujan dengan intensitas tinggi, dapat menurunkan suhu udara secara langsung, dan secara tidak langsung memengaruhi kondisi tubuh Anda. Oleh karena itu, membawa payung atau jas hujan serta pakaian ganti, menjadi prioritas saat hendak keluar rumah. Kenakan pakaian yang cukup tebal atau jaket, dan jaga tubuh tetap hangat dengan mengonsumsi air hangat.
Vitamin C dan D penting untuk menjaga sistem imun, sehingga pemenuhan kebutuhan harian keduanya tetap penting, termasuk di musim hujan. Kebutuhan vitamin C harian adalah 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria. Anda bisa mendapatkannya dari buah dan sayur seperti jeruk, stroberi, dan brokoli. Jika perlu, suplemen vitamin C bisa dikonsumsi sesuai anjuran dokter.
Tips menjaga kesehatan di musim hujan berikutnya adalah, memastikan tubuh mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup, yaitu 7-9 jam per hari. Tidur yang cukup membantu memulihkan energi, sekaligus meningkatkan konsentrasi dan produktivitas.
Menjaga pola hidup sehat membantu memperkuat sistem imun, membuat tubuh tetap bugar. Sehingga Anda siap untuk menghadapi musim hujan dengan kondisi tubuh yang prima. Serta risiko terserang penyakit lebih rendah. (Siloam Hospital, RS Pondok Indah/Z-10)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Universitas Esa Unggul melalui akademisi dan pakar Mikrobiologi, memberikan pandangan dan informasi ilmiah terkini terkait perkembangan penanganan HIV/AIDS di dunia dan Indonesia.
HIV/AIDS masih menjadi masalah global. Ketahui fakta, cara penularan, dampak stigma, hingga harapan baru bagi penyandang HIV/AIDS melalui edukasi yang tepat.
Mata kering bukanlah sebuah kondisi ringan. Bagi sebagian pasien, mata kering justru bisa menjadi indikasi proses autoimun yang berlangsung diam-diam di dalam tubuh.
DOKTER spesialis penyakit dalam, Dirga Sakti Rambe membagikan tips kepada para orangtua apabila anaknya mengalami demam setelah imunisasi atau vaksin.
Apakah kamu tahu bahwa kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki bisa menjadi senjata ampuh melawan kanker?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved