Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKHIR tahun seringkali ditandai dengan cuaca yang tidak stabil, seperti hujan deras dan udara lembab. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit musiman, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), flu, dan batuk.
Untuk itu, menjaga kesehatan tubuh sangat penting agar tetap produktif. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan dan produktivitas di tengah cuaca yang tidak menentu:
Polusi udara yang semakin buruk, terutama di kota besar seperti Jakarta, dapat menyebabkan ISPA, terutama pada musim hujan.
Penggunaan masker berkualitas tinggi dapat menyaring partikel berbahaya di udara, yang sangat penting ketika berada di luar ruangan atau di area dengan kualitas udara yang buruk.
Sistem imun yang kuat adalah pertahanan utama tubuh dalam melawan penyakit. Konsumsilah makanan bergizi seimbang, seperti buah-buahan yang kaya vitamin C, sayuran hijau, dan protein sehat.
Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik, dengan minum minimal 2 liter air per hari.
Olahraga yang rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Jika cuaca tidak memungkinkan untuk berolahraga di luar ruangan, coba alternatif olahraga dalam ruangan seperti yoga, pilates, atau treadmill.
Jangan lupa untuk tidur yang cukup—sekitar 7 hingga 8 jam per malam—untuk memulihkan energi tubuh dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.
Menjaga kebersihan adalah langkah penting untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri. Cuci tangan secara teratur, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah.
Mandi setelah bepergian juga dapat membantu menghilangkan polutan yang menempel pada kulit dan pakaian.
Menggunakan pembersih udara di dalam ruangan dapat membantu meningkatkan kualitas udara.
Alat ini efektif untuk menyaring debu, alergen, dan polutan lainnya, sehingga sangat bermanfaat bagi individu dengan masalah pernapasan seperti asma atau alergi.
Selalu bawa jas hujan atau payung untuk menghadapi cuaca buruk.
Pakaian hangat dan sepatu tahan air juga penting untuk menjaga tubuh tetap kering dan nyaman saat bepergian di musim hujan.
Menjaga jarak dari orang yang menunjukkan gejala flu atau batuk sangat penting untuk mencegah penularan penyakit.
Selain itu, hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci untuk mengurangi risiko penyebaran virus.
Selain makanan sehat, asupan vitamin dapat dilengkapi dengan suplemen seperti vitamin C atau multivitamin.
Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter guna menentukan dosis yang tepat.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat menjaga kesehatan tubuh meskipun cuaca berubah drastis di akhir tahun.
Menjaga kesehatan adalah investasi yang sangat berharga untuk mendukung produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari. (Kemenkes/Halodoc/Z-10)
Cuaca yang berubah-ubah pemicu meningkatnya berbagai penyakit terutama gangguan saluran napas seperti influenza A, influenza B, dan common cold.
Penyakit musiman sering kali menjadi masalah kesehatan yang tidak bisa dihindari, terutama selama musim pancaroba yang biasa terjadi di Indonesia.
Kondisi cuaca yang berubah-ubah memicu berbagai gangguan kesehatan penting untuk mengetahui penyakit yang sering muncul di musim pancaroba dan langkah pencegahannya.
MASYARAKAT di wilayah Cirebon merasakan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari terakhir.
SUHU di Bandung dan sekitarnya terasa cukup dingin pada Senin (12/1) sejak pagi hingga malam hari.
Kunci utama menghalau virus flu terletak pada kombinasi seimbang antara karbohidrat, protein, dan asupan vitamin dari buah-buahan.
Berbagai formula herbal dan rempah yang tersedia di dapur rumahan dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk pencegahan maupun membantu proses penyembuhan.
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved