Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam, Dirga Sakti Rambe membagikan tips kepada para orangtua apabila anaknya mengalami demam setelah imunisasi atau vaksin.
Perlu diketahui bahwa demam setelah imunisasi bukan kondisi yang berbahaya, karena kondisi ini merupakan suatu bentuk respons tubuh anak dalam membentuk sistem kekebalan baru gabungan dari vaksin yang disuntikkan, sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh.
"Pertama, kalau demam, kasih anak minum yang banyak atau berikan ASI. Terus kalau suhunya di atas 38 derajat, boleh dikasih paracetamol," ucap Dirga dikutip dari instagram Kementerian Kesehatan pada Minggu (25/5).
Cara kedua, kalau nyeri atau bengkak atau kemerahan, cukup kompres dengan es. Setelah itu dilihat, kalau anak kita aktif, makan minumnya mau, maka tidak usah panik. Tetapi jika anak kita terlihat lemas, demamnya lebih dari tiga hari, segera bawa ke anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.
"Jangan lupa untuk melengkapi imunisasi untuk anak-anak kita. Ibu-ibu, jangan ragu ajak anak kita imunisasi," ujarnya.
Demam setelah imunisasi umumnya terjadi dalam 24 jam pertama setelah pemberian vaksin. Gejala demam ini adalah respons normal tubuh terhadap vaksinasi dan merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang aktif.
Demam setelah imunisasi adalah hal yang umum terjadi dan tidak perlu menjadi sumber kekhawatiran bagi orangtua. (H-3)
Kasus campak di Indonesia melonjak di awal 2026 dengan 572 kasus terkonfirmasi. Waspadai risiko radang otak dan pneumonia pada anak yang belum divaksin.
Simak rekomendasi IDAI untuk mudik sehat 2026. Panduan lengkap vaksinasi MR, aturan car seat, hingga tips menjaga kesehatan anak selama perjalanan.
Terapi genetik zorevunersen menunjukkan hasil luar biasa bagi anak dengan epilepsi langka Dravet Syndrome. Kejang berkurang drastis dan kualitas hidup meningkat.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved