Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
APAKAH kamu tahu bahwa kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki bisa menjadi senjata ampuh melawan kanker?
Penelitian terbaru dari National Institutes of Health (NIH) bekerja sama dengan University of Oxford mengungkap fakta mengejutkan: berjalan kaki secara konsisten setiap hari dapat menurunkan risiko terkena hingga 13 jenis kanker.
Tapi, berapa langkah yang dibutuhkan?
Hasil studi berskala besar ini menyimpulkan bahwa berjalan sekitar 9.000 langkah per hari mampu menurunkan risiko kanker sebesar 16%, dibandingkan mereka yang hanya berjalan 5.000 langkah atau kurang.
Tidak perlu lari maraton atau mengikuti kelas kardio intensif—cukup berjalan dengan ritme normal, namun rutin.
Beberapa jenis kanker yang risikonya bisa ditekan dengan aktivitas fisik ringan ini meliputi:
Aktivitas fisik membantu mengatur hormon, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi peradangan—tiga faktor kunci dalam mencegah pertumbuhan sel kanker.
Menariknya, manfaat ini tidak tergantung pada kecepatan berjalan, melainkan pada jumlah total langkah harian. Artinya, kamu bisa mendapatkan manfaat hanya dengan:
Kunci utamanya adalah membuat jalan kaki sebagai kebiasaan harian.
Studi menunjukkan bahwa manfaat maksimal mulai mencapai titik jenuh setelah 9.000 langkah. Namun, itu bukan berarti kamu harus membatasi diri.
Menjaga pola hidup aktif di atas angka tersebut tetap memberikan efek positif, terutama untuk kesehatan kardiovaskular dan mental.
Jika kamu kesulitan mencapai 9.000 langkah langsung, mulai dari 5.000 dan naikkan secara bertahap. Gunakan aplikasi penghitung langkah atau jam tangan pintar untuk memonitor progres harianmu.
Berjalan kaki adalah bentuk pencegahan kanker yang paling sederhana, murah, dan bisa dilakukan siapa saja. Hanya dengan 9.000 langkah per hari, kamu sudah bisa memberikan perlindungan alami terhadap tubuh dari berbagai jenis kanker mematikan. Jadikan ini bagian dari gaya hidup—karena langkah kecil hari ini, adalah perlindungan besar di masa depan.
Berbagai makanan kaya serat dan antioksidan dapat membantu menurunkan risiko kanker, bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Studi University of Chicago menemukan paparan UV merusak protein pelindung YTHDF2, memicu peradangan tak terkendali, dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Studi menemukan konsumsi kimchi fermentasi berhubungan dengan penurunan gula darah, tekanan darah, dan trigliserida, serta potensi menurunkan risiko kanker.
Selama ini kita mengetahui bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah total lemak yang berperan.
Kunyit dikenal kaya kurkumin yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi. Temukan bagaimana kunyit membantu menurunkan risiko kanker secara alami.
Temukan 6 menu makanan sehat yang dapat membantu menurunkan risiko kanker, termasuk es loli berry, salad kale, dan mangkuk quinoa untuk pola makan seimbang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved